Sabtu, 08 Agustus 2020
   
Ukuran Teks
image image image image
Kolaborasi Kemlu Dukung Usaha Rintisan   Startup alias usaha rintisan tumbuh pesat di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa startup telah menjadi unicorn, yakni startup yang valuasinya melampaui 1 milyar USD. Perlu koordinasi semua pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk terus mengembangkan startup demi mendukung perekonomian nasional. Saat ini kita telah memasuki gelombang Revolusi Industri ke-4 (industri 4.0) yang mengandalkan mesin dan teknologi. Supaya bisa bersaing, kita harus memperkuat lini ekonomi digital, yang di dalamnya terdapat startup. Hal ini diungkap oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar saat membuka acara “Kemlu for Startup: Menarik Modal Ventura Lokal dan Internasional,” di Jakarta, 25 November 2019. Menurut Mahendra, Kemlu punya kepentingan mendorong perusahaan-perusahaan startup lokal untuk berkembang. Salah satu amanah yang diemban Kemlu adalah melakukan diplomasi ekonomi di setiap kesempatan. Diharapkan, ada banyak pemain lokal yang nantinya mampu bersaing di tingkat global. Tentu ini bukan angan, karena kita sendiri sudah punya startup unicorn. Di tahun 2020 sudah ada enam unicorn di Indonesia, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan JD.Id. Dari jumlah tersebut, hanya JD.Id yang merupakan perusahaan global. Artinya, dunia e-commerce Indonesia tetap seksi di tengah penurunan perekonomian global. Lebih lanjut, di antara 10 unicorn di Asia Tenggara, 5 di antaranya berasal dari Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan usaha rintisan yang paling pesat. Hal ini menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai sasaran usaha rintisan dari luar negeri tetapi tempat pemodal ventura berinvestasi di bidang Startup. Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D menegaskan pentingnya peran startup untuk mendukung Indonesia maju tahun 2045. Indonesia perlu mencetak pengusaha baik dari segi kuantitas dan kualitas. Hal ini telah dilakukan oleh negara-negara maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan RRT. Untuk mendukung pertumbuhan usaha rintisan, perlu adanya kolaborasi antara instansi Pemerintah. Sebagai contoh, ujar Bambang, pihaknya bertugas melahirkan dan membina startup. Sementara Kemlu bertugas mempromosikan usaha rintisan lokal di tingkat internasional. Hal ini dapat dilakukan melalui peran perwakilan Indonesia di luar negeri. Selain kolaborasi antar instansi pemerintah, diperlukan juga kolaborasi dengan dunia usaha dan akademisi. Dunia usaha diharapkan memberikan masukan mengenai kebutuhan pasar kepada pihak akademisi sehingga penelitian yang dilakukan memiliki nilai ekonomi. Sebagai Menteri Riset dan Teknologi, Bambang memaparkan lebih lanjut bahwa bidang lainnya yang turut memberikan dukungan adalah dunia pendidikan yang mencetak SDM unggul. Di masa depan, skill yang dibutuhkan SDM bukan hanya problem solver tetapi kemampuan memecahkan masalah yang kompleks (complex problem solving), social skill, process skill, system skill, dan cognitive abilities. Sedangkan bidang startup yang perlu dikembangkan Indonesia dan akan banyak dicari adalah cyber security, artificial intelligence, big data, dan lain-lain. Faktor Penentu Modal Ventura dalam Mendanai Usaha Rintisan Salah satu faktor pendukung kemajuan perusahaan startup adalah pendanaan. Berikut tips bagaimana perusahaan bisa mendapatkannya yang dirangkum dari para pembicara kegiatan “Kemlu for Startup: Menarik Modal Ventura Lokal dan Internasional”. Pertama, pelajari profil dan latar belakang perusahaan pemodal ventura yang dituju. Pelajari visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan modal ventura yang ingin dituju. Ada pemodal ventura yang fokus ke startup yang kuat, punya nilai universal yang baik, atau hanya berorientasi pada keuntungan. Kedua, pemodal ventura akan tertarik dengan usaha rintisan yang sudah jelas. Artinya usaha tersebut memiliki bisnis model yang menarik, berkelanjutan, dan menyediakan solusi permasalahan. Ketiga, terbuka terhadap kritik dan masukan yang dilontarkan pemodal ventura. Pemodal ventura telah memiliki banyak pengalaman dalam melihat model bisnis dan potensi profitnya. Oleh karena itu, perlu melihat perspektif dari sisi pemodal bila menginginkan usahanya didanai. Keempat, fokus pada pengembangan produk. Mencari dana untuk mengembangkan usaha memang penting, tetapi memiliki produk yang kuat itu lebih penting. Produk yang kuat didukung oleh riset yang juga kuat. Bila produk baik, mutu produk dapat memasarkan dirinya sendiri. Kelima, pemodal ventura akan melihat individu pendukung usaha rintisan tersebut, baik ketrampilan maupun karakter. Selain itu, pemodal ventura juga akan melihat karakter dari pendiri usaha rintisan. Karakter yang sesuai akan mendukung kolaborasi antara usaha rintisan dengan calon pemodalnya.    
RI Inisiasi Visi Pariwisata Pasifik:Towards One Pacific Destination Kita bersaudara, kita satu keluarga, dan kita membangun kolaborasi bersama untuk mengembangkan pariwisata bersama Indonesia dan negara/ teritori di Pasifik telah sepakat untuk memajukan sektor pariwisata di kawasan. Dalam Tourism Forum, salah satu event dalam rangkaian kegiatan Pacific Exposition, 11 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru, Indonesia mengajukan gagasan visi pariwisata “Towards One Pacific Destination”.
Pacific Exposition 2019: Berawal dari Persahabatan dan Demi Persahabatan Pacific Exposition: Tidak Sebatas Strategi, Fokus Pada Implementasi Pidato “Pacific elevation” Menteri Retno mendapatkan sambutan positif dan dukungan bulat dari para Pemimpin Negara, Menteri Luar Negeri dan Menteri sektoral serta delegasi tingkat tinggi pemerintah, parlemen maupun pemimpin perusahaan dari negara Pasifik, pada saat pembukaan Pacific Exposition, 11 Juli 2019.
Indonesia dan Afrika Sepakat Melawan Kejahatan Maritim Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) menyelenggarakan Indonesia – Africa Maritime Dialogue 2018 (IAMD).  

Kontak Usaha

Agenda & Pameran

Majalah Akses Kemlu

Move
-

Wawancara Khusus

Artikel Terbaru
Perluasan Bisnis di Asia Tenggara

  Direktorat Asia Tenggara, atau yang biasa disingkat dengan Dit. Astara bertugas mengelola hubungan bilateral Indonesia dengan semua negara-negara anggota ASEAN, serta dengan Timor Leste, Palau, dan Kepulauan Marshall. Direktorat ini berdiri sejak tahun 2017, di mana sebelumnya negara yang berada di dalamnya ditangani oleh Direktorat Asia Timur dan Pasifik. Denny Abdi merupakan Direktur pertama...

Selengkapnya...
Peluang dan Strategi Penetrasi Pasar Pasifik

Direktur Asia Timur dan Pasifik (Astimpas) memiliki segudang visi dan gagasan yang menarik untuk direalisasikan. Dipercaya mengemban amanah sejak April 2019, Direktur Astimpas langsung tancap gas melaksanakan berbagai inovasi kegiatan diplomasi ekonomi dan politik Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik. Tim AKSES menemui Direktur Astimpas, Dr. Santo Darmosumarto di ruang kerjanya...

Selengkapnya...
Mintardjo Halim: Peluang, Tantangan dan Trik Masuk ke Pasar Afrika

  Dulu Afrika tidak begitu dilirik untuk dijadikan mitra dagang. Namun kini, dengan membaiknya citra dan tingkat perekonomian, Indonesia mulai serius untuk masuk ke Benua dengan jumlah populasi lebih dari 1,2 milyar itu. Afrika dipandang sebagai pasar tujuan ekspor dan investasi non tradisional yang memiliki potensi yang sangat besar. Data menunjukkan, volume perdagangan antara Indonesia dan...

Selengkapnya...
Move
-

Success Story

Artikel Terbaru
Upaya KBRI Suva Mendorong Perusahaan Indonesia Masuk Ke Kawasan Pasifik Selatan

  Kementerian Luar Negeri memberikan komitmennya dalam mendukung pembukaan pasar baru non tradisional. Kali ini, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva di Fiji, produk dan jasa dari Tanah Air masuk ke negara-negara Pasifik Selatan. Apa yang dilakukan Kemlu untuk menggali kerja sama prospektif dan membangun kemitraan ekonomi di kawasan guna mempererat diplomasi ekonomi. Selain untuk...

Selengkapnya...
Kisah PT Timah dalam Menembus Pasar Afrika

  Bila mendengar kata Afrika mungkin kita langsung berpikir ketidakstabilan ekonomi, keamanan dan politik. Tetapi nyatanya Afrika saat ini punya peluang investasi yang menarik, khususnya dalam bidang tambang. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Indonesia melalui PT Timah masuk ke Afrika.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tambang itu, setidaknya telah merangkul 3 negara...

Selengkapnya...

  Pada umumnya, orang Arab punya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Bahkan dari sejak kecil. Tidak heran, banyak di antara mereka menderita penyakit diabetes. Ini adalah peluang bagi produk farmasi kita. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal US National Health Institute yang terbit tanggal 28 Maret 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 51,5% masyarakat Arab menderita penyakit...

Selengkapnya...
Peluang dan Tantangan Kiprah PT. Mayora Indah di pasar Filipina

Perusahaan Indonesia perlu memiliki daya tahan dan inovasi dalam mengatasi tantangan dunia termasuk menghadapi kompetisi global seperti ungkapan pariwara terkenal “do not crack under pressure”.   Kondisi tersebut ditunjukkan PT Mayora Indah dalam menghadapi tantangan di Filipina. Di tengah tekanan, PT Mayora Indah melihat pasar Filipina masih sangat potensial. Secara umum, total perdagangan...

Selengkapnya...
Move
-

Aspasaf Updates

Artikel Terbaru
Capaian Penting Kerja Sama Indonesia - Tunisia untuk Masuk ke Pasar Afrika

  Negara-negara di Afrika tengah menjadi primadona banyak negara yang ingin menjalin kerja sama ekonomi. Sejak beberapa tahun terakhir Indonesia gencar masuk ke Afrika sebagai pasar non tradisional. Daerah yang cukup potensial adalah Afrika bagian utara yang disebut Maghribi, khususnya Negara Tunisia. Indonesia tertarik menjadikan Tunisia sebagai pintu gerbang masuk ke negara-negara lain di Afrika. Tak mengherankan, karena negara beribu kota Tunis itu berada di ujung Benua Afrika dan punya letak strategis karena langsung menghadap Benua Eropa. Tunisia yang punya luas sekitar 185.150 km (hampir sama dengan luas Pulau Sulawesi), menyandang status Advanced Partner. Artinya, barang ekspor Tunisia punya prioritas masuk ke Eropa. Selain itu, Tunisia dipandang sebagai Regional Hub bagi investor yang ingin beroperasi di pasar negara-negara tetangganya seperti Maroko, Libya dan Aljazair. Langkah nyata Indonesia menjalin relasi intim dengan negara berpenduduk sekitar 8.5 juta jiwa itu...

Selengkapnya...
Bangladesh: Pintu Investasi Energi

  Bangladesh adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di Asia Selatan (hampir 8% tahun 2019) dengan jumlah penduduk sekitar 161 juta dan 64% penduduknya tinggal di pedesaan. Bangladesh menempati posisi negara ke-9 sebagai negara terpadat di dunia. Pemerintah Bangladesh sedang menggenjot pertumbuhan ekonominya untuk keluar dari kategori Least Development Country (LDC) pada tahun 2024. Industri garmen dan IT Bangladesh sangat sukses. Kita dapat melihat adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat Bangladesh baik dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi dan industri Bangladesh maka kebutuhan akan energinya juga meningkat. Selama ini sektor energi Bangladesh sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Sekitar 57,37% listrik yang dihasilkan Bangladesh berasal dari gas alam, 25,16% berasal dari minyak berat, 7,23% berasal dari diesel, 2,76% berasal dari batu bara, 1,21% berasal dari tenaga air (hydro), 0,16% dari sumber...

Selengkapnya...
Mengaktifkan Kembali Jalur Pelayaran Indonesia-India

  Andaman dan Nikobar mungkin asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia jika dibandingkan kota-kota lain di India seperti New Delhi, Mumbai, bahkan Chennai. Padahal, apabila melihat peta, jarak India ke Indonesia diukur dari Indira Point menuju Pulau Sabang hanya berjarak sekitar 125 km. Jarak tersebut hampir sama dengan jarak tempuh Jakarta - Bandung melalui jalan tol. Andaman dan Nikobar menyimpan sejumlah potensi kerja sama ekonomi maritim dan jejak sejarah yang berkaitan dengan pelayaran para nelayan dan pedagang kedua negara. Adapun hubungan perdagangan Indonesia dan India telah dibangun sejak abad kelima, di mana Indonesia dilintasi jalur pelayaran India dan Tiongkok. Berangkat dari kesadaran tersebut, Pemerintah Indonesia telah menjajaki kerja sama konektivitas Aceh – Andaman dan Nikobar. Penjajakan yang dilakukan sejak tahun 2019 merupakan implementasi kebijakan penetrasi ke pasar potensial, serta tindak lanjut dari pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan...

Selengkapnya...
Membumikan Diplomasi Ekonomi Kawasan Garis Wallacea

  Siapa yang belum pernah mendengar Labuan Bajo dan Pulau Komodo? Kedua destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi lokasi tujuan kunjungan sosialisasi Tim Diplomasi Ekonomi Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) yang dipimpin Sesditjen Aspasaf, Rossy Verona. Kunjungan ke kampung halaman goyang Maumere ini merupakan implementasi strategi “jemput bola” dan sinergi dengan pemerintah daerah. Tujuan kunjungan ini antara lain untuk menggali potensi produk unggulan daerah serta UMKM siap ekspor ke kawasan Afrika maupun kawasan Aspasaf lainnya. Selain itu, juga untuk membumikan kisah sukses Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 khususnya pada kalangan Pemerintah Provinsi NTT dan akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana). Sebagai informasi, saat ini Pemprov NTT sedang melakukan upaya edukasi kepada UMKM di NTT yang belum menyadari potensi pasar internasional khususnya Kawasan Aspasaf. Mereka juga sedang...

Selengkapnya...
Membangun Infrastruktur Diplomasi Indonesia di Afrika

  Fokus Kementerian Luar Negeri (Kemlu) saat ini dalam politik luar negerinya adalah memperkuat infrastruktur diplomasi. Program prioritasi Kemlu perlu dukungan infrastruktur diplomasi. Salah satu langkah konkretnya, Kemlu sedang membangun infrastruktur diplomasi Indonesia di Afrika. Hal tersebut diungkap oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam pernyataan pers tahunannya pada 8 Januari 2020. Menurutnya, ia akan menggunakan formula diplomasi 4+1, artinya 4 program prioritas Kemlu akan ditopang satu hal yang fundamental yakni infrastruktur diplomasi. Program prioritas itu adalah penguatan diplomasi ekonomi, diplomasi perlindungan warga negara Indonesia, diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, serta diplomasi peningkatan kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia. Infrastruktur diplomasi berkaitan dengan kehadiran Perwakilan Republik Indonesia (RI) di luar negeri, antara lain seperti Kedutaan Besar RI (KBRI), Perwakilan Tetap RI (PTRI), Konsulat Jenderal RI...

Selengkapnya...
Peningkatan Kerja Sama dengan Provinsi Songkhla

  Indonesia membuka jaringan luas untuk meningkatkan produk halal dan pemasarannya di kancah internasional. Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan Thailand, salah satu negara yang berada di sepuluh besar sebagai pelaku industri halal dunia. Thailand mempunyai pusat penelitian halal (Halal Science Center) yang terdapat di Universitas Chulalongkorn Bangkok, yang diketuai oleh Prof. Dr. Winai Dahlan, seorang keturunan Jawa Indonesia. Meskipun penduduk Muslim Thailand hanya 7% dari total penduduk 69 juta jiwa, namun Halal Science Center mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Thailand dalam mengembangkan industri halal. Maka tidak mengherankan, jika di Thailand terdapat berbagai kegiatan tahunan yang mempertemukan produsen industri halal dengan masyarakat domestik maupun masyarakat Internasional. Di antara kegiatan tersebut adalah World Halal Product Expo (HAPEX) dan Melayu Day yang terakhir diadakan pada 25 - 28 Juli 2019 di Hat Yoi, Provinsi Songkla, Thailand Selatan....

Selengkapnya...
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Link Terkait

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Kementerian Luar NegeriKementerian PerdaganganKementerian PertanianBadan Koordinasi Penanaman ModalBadan Ekonomi KreatifKementerian Koperasi dan Usaha Kecil MenengahKementerian PariwisataKementerian Perindustrian

Halaman Facebook