Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks
image image image image
Kolaborasi Kemlu Dukung Usaha Rintisan   Startup alias usaha rintisan tumbuh pesat di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa startup telah menjadi unicorn, yakni startup yang valuasinya melampaui 1 milyar USD. Perlu koordinasi semua pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk terus mengembangkan startup demi mendukung perekonomian nasional. Saat ini kita telah memasuki gelombang Revolusi Industri ke-4 (industri 4.0) yang mengandalkan mesin dan teknologi. Supaya bisa bersaing, kita harus memperkuat lini ekonomi digital, yang di dalamnya terdapat startup.  
RI Inisiasi Visi Pariwisata Pasifik:Towards One Pacific Destination Kita bersaudara, kita satu keluarga, dan kita membangun kolaborasi bersama untuk mengembangkan pariwisata bersama Indonesia dan negara/ teritori di Pasifik telah sepakat untuk memajukan sektor pariwisata di kawasan. Dalam Tourism Forum, salah satu event dalam rangkaian kegiatan Pacific Exposition, 11 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru, Indonesia mengajukan gagasan visi pariwisata “Towards One Pacific Destination”.
Pacific Exposition 2019: Berawal dari Persahabatan dan Demi Persahabatan Pacific Exposition: Tidak Sebatas Strategi, Fokus Pada Implementasi Pidato “Pacific elevation” Menteri Retno mendapatkan sambutan positif dan dukungan bulat dari para Pemimpin Negara, Menteri Luar Negeri dan Menteri sektoral serta delegasi tingkat tinggi pemerintah, parlemen maupun pemimpin perusahaan dari negara Pasifik, pada saat pembukaan Pacific Exposition, 11 Juli 2019.
Indonesia dan Afrika Sepakat Melawan Kejahatan Maritim Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) menyelenggarakan Indonesia – Africa Maritime Dialogue 2018 (IAMD).  

Kontak Usaha

Agenda & Pameran

Majalah Akses Kemlu

Move
-

Wawancara Khusus

Artikel Terbaru
Delokal: Mengemas Hobi Menjadi Bisnis

  Sektor pariwisata Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan meskipun saat ini geliatnya dihentikan sementara oleh pandemi Covid-19. Salah satu daerah yang telah memanfaatkan sektor pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi daerah adalah Yogyakarta. Data Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2018, sektor pariwisata menyerap tenaga kerja sekurangnya 6.747 orang dengan jumlah pendapatan...

Selengkapnya...
MDI Ventures Terus Berinvestasi di Tengah Pandemi

  Anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yang berbentuk modal ventura, PT Metra Digital Innovation (MDI Ventures) telah menggelontorkan investasi ratusan juta dollar AS sejak berdiri pada 2016. Managing Parner MDI Ventures Kenneth Li menyatakan bahwa saat ini MDI telah berinvestasi di 34 perusahaan rintisan berbasis teknologi (startup) di lebih dari sepuluh negara. MDI Ventures...

Selengkapnya...
Perluasan Bisnis di Asia Tenggara

  Direktorat Asia Tenggara, atau yang biasa disingkat dengan Dit. Astara bertugas mengelola hubungan bilateral Indonesia dengan semua negara-negara anggota ASEAN, serta dengan Timor Leste, Palau, dan Kepulauan Marshall. Direktorat ini berdiri sejak tahun 2017, di mana sebelumnya negara yang berada di dalamnya ditangani oleh Direktorat Asia Timur dan Pasifik. Denny Abdi merupakan Direktur pertama...

Selengkapnya...
Move
-

Success Story

Artikel Terbaru
Upaya KBRI Suva Mendorong Perusahaan Indonesia Masuk Ke Kawasan Pasifik Selatan

  Kementerian Luar Negeri memberikan komitmennya dalam mendukung pembukaan pasar baru non tradisional. Kali ini, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva di Fiji, produk dan jasa dari Tanah Air masuk ke negara-negara Pasifik Selatan. Apa yang dilakukan Kemlu untuk menggali kerja sama prospektif dan membangun kemitraan ekonomi di kawasan guna mempererat diplomasi ekonomi. Selain untuk...

Selengkapnya...
Kisah PT Timah dalam Menembus Pasar Afrika

  Bila mendengar kata Afrika mungkin kita langsung berpikir ketidakstabilan ekonomi, keamanan dan politik. Tetapi nyatanya Afrika saat ini punya peluang investasi yang menarik, khususnya dalam bidang tambang. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Indonesia melalui PT Timah masuk ke Afrika.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tambang itu, setidaknya telah merangkul 3 negara...

Selengkapnya...

  Pada umumnya, orang Arab punya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Bahkan dari sejak kecil. Tidak heran, banyak di antara mereka menderita penyakit diabetes. Ini adalah peluang bagi produk farmasi kita. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal US National Health Institute yang terbit tanggal 28 Maret 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 51,5% masyarakat Arab menderita penyakit...

Selengkapnya...
Peluang dan Tantangan Kiprah PT. Mayora Indah di pasar Filipina

Perusahaan Indonesia perlu memiliki daya tahan dan inovasi dalam mengatasi tantangan dunia termasuk menghadapi kompetisi global seperti ungkapan pariwara terkenal “do not crack under pressure”.   Kondisi tersebut ditunjukkan PT Mayora Indah dalam menghadapi tantangan di Filipina. Di tengah tekanan, PT Mayora Indah melihat pasar Filipina masih sangat potensial. Secara umum, total perdagangan...

Selengkapnya...
Move
-

Aspasaf Updates

Artikel Terbaru
Capaian Penting Kerja Sama Indonesia - Tunisia untuk Masuk ke Pasar Afrika

  Negara-negara di Afrika tengah menjadi primadona banyak negara yang ingin menjalin kerja sama ekonomi. Sejak beberapa tahun terakhir Indonesia gencar masuk ke Afrika sebagai pasar non tradisional. Daerah yang cukup potensial adalah Afrika bagian utara yang disebut Maghribi, khususnya Negara Tunisia. Indonesia tertarik menjadikan Tunisia sebagai pintu gerbang masuk ke negara-negara lain di Afrika. Tak mengherankan, karena negara beribu kota Tunis itu berada di ujung Benua Afrika dan punya letak strategis karena langsung menghadap Benua Eropa. Tunisia yang punya luas sekitar 185.150 km (hampir sama dengan luas Pulau Sulawesi), menyandang status Advanced Partner. Artinya, barang ekspor Tunisia punya prioritas masuk ke Eropa. Selain itu, Tunisia dipandang sebagai Regional Hub bagi investor yang ingin beroperasi di pasar negara-negara tetangganya seperti Maroko, Libya dan Aljazair. Langkah nyata Indonesia menjalin relasi intim dengan negara berpenduduk sekitar 8.5 juta jiwa itu...

Selengkapnya...
Bangladesh: Pintu Investasi Energi

  Bangladesh adalah salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat di Asia Selatan (hampir 8% tahun 2019) dengan jumlah penduduk sekitar 161 juta dan 64% penduduknya tinggal di pedesaan. Bangladesh menempati posisi negara ke-9 sebagai negara terpadat di dunia. Pemerintah Bangladesh sedang menggenjot pertumbuhan ekonominya untuk keluar dari kategori Least Development Country (LDC) pada tahun 2024. Industri garmen dan IT Bangladesh sangat sukses. Kita dapat melihat adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat Bangladesh baik dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Seiring dengan cepatnya pertumbuhan ekonomi dan industri Bangladesh maka kebutuhan akan energinya juga meningkat. Selama ini sektor energi Bangladesh sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Sekitar 57,37% listrik yang dihasilkan Bangladesh berasal dari gas alam, 25,16% berasal dari minyak berat, 7,23% berasal dari diesel, 2,76% berasal dari batu bara, 1,21% berasal dari tenaga air (hydro), 0,16% dari sumber...

Selengkapnya...
Mengaktifkan Kembali Jalur Pelayaran Indonesia-India

  Andaman dan Nikobar mungkin asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia jika dibandingkan kota-kota lain di India seperti New Delhi, Mumbai, bahkan Chennai. Padahal, apabila melihat peta, jarak India ke Indonesia diukur dari Indira Point menuju Pulau Sabang hanya berjarak sekitar 125 km. Jarak tersebut hampir sama dengan jarak tempuh Jakarta - Bandung melalui jalan tol. Andaman dan Nikobar menyimpan sejumlah potensi kerja sama ekonomi maritim dan jejak sejarah yang berkaitan dengan pelayaran para nelayan dan pedagang kedua negara. Adapun hubungan perdagangan Indonesia dan India telah dibangun sejak abad kelima, di mana Indonesia dilintasi jalur pelayaran India dan Tiongkok. Berangkat dari kesadaran tersebut, Pemerintah Indonesia telah menjajaki kerja sama konektivitas Aceh – Andaman dan Nikobar. Penjajakan yang dilakukan sejak tahun 2019 merupakan implementasi kebijakan penetrasi ke pasar potensial, serta tindak lanjut dari pertemuan Presiden RI Joko Widodo dengan...

Selengkapnya...
Membumikan Diplomasi Ekonomi Kawasan Garis Wallacea

  Siapa yang belum pernah mendengar Labuan Bajo dan Pulau Komodo? Kedua destinasi wisata unggulan Indonesia tersebut terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi lokasi tujuan kunjungan sosialisasi Tim Diplomasi Ekonomi Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) yang dipimpin Sesditjen Aspasaf, Rossy Verona. Kunjungan ke kampung halaman goyang Maumere ini merupakan implementasi strategi “jemput bola” dan sinergi dengan pemerintah daerah. Tujuan kunjungan ini antara lain untuk menggali potensi produk unggulan daerah serta UMKM siap ekspor ke kawasan Afrika maupun kawasan Aspasaf lainnya. Selain itu, juga untuk membumikan kisah sukses Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 khususnya pada kalangan Pemerintah Provinsi NTT dan akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana). Sebagai informasi, saat ini Pemprov NTT sedang melakukan upaya edukasi kepada UMKM di NTT yang belum menyadari potensi pasar internasional khususnya Kawasan Aspasaf. Mereka juga sedang...

Selengkapnya...
Membangun Infrastruktur Diplomasi Indonesia di Afrika

  Fokus Kementerian Luar Negeri (Kemlu) saat ini dalam politik luar negerinya adalah memperkuat infrastruktur diplomasi. Program prioritasi Kemlu perlu dukungan infrastruktur diplomasi. Salah satu langkah konkretnya, Kemlu sedang membangun infrastruktur diplomasi Indonesia di Afrika. Hal tersebut diungkap oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam pernyataan pers tahunannya pada 8 Januari 2020. Menurutnya, ia akan menggunakan formula diplomasi 4+1, artinya 4 program prioritas Kemlu akan ditopang satu hal yang fundamental yakni infrastruktur diplomasi. Program prioritas itu adalah penguatan diplomasi ekonomi, diplomasi perlindungan warga negara Indonesia, diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, serta diplomasi peningkatan kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di kawasan dan dunia. Infrastruktur diplomasi berkaitan dengan kehadiran Perwakilan Republik Indonesia (RI) di luar negeri, antara lain seperti Kedutaan Besar RI (KBRI), Perwakilan Tetap RI (PTRI), Konsulat Jenderal RI...

Selengkapnya...
Peningkatan Kerja Sama dengan Provinsi Songkhla

  Indonesia membuka jaringan luas untuk meningkatkan produk halal dan pemasarannya di kancah internasional. Salah satu upayanya adalah bekerja sama dengan Thailand, salah satu negara yang berada di sepuluh besar sebagai pelaku industri halal dunia. Thailand mempunyai pusat penelitian halal (Halal Science Center) yang terdapat di Universitas Chulalongkorn Bangkok, yang diketuai oleh Prof. Dr. Winai Dahlan, seorang keturunan Jawa Indonesia. Meskipun penduduk Muslim Thailand hanya 7% dari total penduduk 69 juta jiwa, namun Halal Science Center mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Thailand dalam mengembangkan industri halal. Maka tidak mengherankan, jika di Thailand terdapat berbagai kegiatan tahunan yang mempertemukan produsen industri halal dengan masyarakat domestik maupun masyarakat Internasional. Di antara kegiatan tersebut adalah World Halal Product Expo (HAPEX) dan Melayu Day yang terakhir diadakan pada 25 - 28 Juli 2019 di Hat Yoi, Provinsi Songkla, Thailand Selatan....

Selengkapnya...
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow

Link Terkait

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Kementerian Luar NegeriKementerian PerdaganganKementerian PertanianBadan Koordinasi Penanaman ModalBadan Ekonomi KreatifKementerian Koperasi dan Usaha Kecil MenengahKementerian PariwisataKementerian Perindustrian

Halaman Facebook