Jumat, 27 November 2020
   
Ukuran Teks

Capetown kawasan wisata fantastik

Banyak diantara kita orang Indonesia belum mengetahui apalagi mengadakan perjalanan ke Afrika khususnya Afrika Selatan. Karena pengaruh sejumlah stigma Afrika selama ini, diantaranya adalah benua yang gersang, penuh padang pasir, kekeringan, perang saudara, banjir pengungsi dan kelaparan.

Segala pandangan itu akan berubah sontak dengan sendirinya pada saat seseorang berkunjung ke Afrika Selatan, terutama di kawasan Cape Town, di ujung selatan Benua Afrika tersebut. Di sanalah, bayangan menakutkan di atas lenyap dan berganti dengan kekaguman. Afrika ternyata memiliki keindahan yang setara dengan tempat-tempat wisata terkemuka di pelbagai belahan dunia lainnya.

Untuk mencapai negeri Nelson Mandela itu, dibutuhkan waktu penerbangan sekitar 13 jam dari Jakarta. Dengan mengikuti perjalanan wisata kota ini wisatawan akan memahami bahwa pusat kota Cape Town sendiri yang merupakan ibukota Legislatif Republik Afrika Selatan ini didirikan pertama kali oleh pejabat VOC bernama Jan van Riebeeck pada 1652.

Pada saat itu, Riebeeck ditugasi membangun tempat peristirahatan dan perbekalan bagi armada dagang VOC dalam perjalanan dari Belanda menuju pusat rempah- rempah di kawasan Nusantara. Beberapa peninggalan sejarah jaman kolonial bisa dijumpai diantaranya Castil V.O.C, Balai Kota, Gedung Parlemen, Gereja Cathedral, Universitas Cape Town, The Rhodes Memorial, dan jalan utama Adderly.

Bila cuaca memungkinkan, wisatawan juga dapat menuju TABLE MOUNTAIN dengan kereta gantung untuk melihat keindahan kota CAPE TOWN. Nah, di kota yang posisinya dibangun tepat di kaki Table Mountain itu terdapat kawasan pelesiran pantai Waterfront Victoria & Alfred (Waterfront V&A), daerah ini masih menjadi bagian dari Pelabuhan Table Bay, pelabuhan utama di Cape Town, yang kemudian dirubah menjadi kawasan turis dengan dibangunnya sejumlah prasarana pariwisata berupa pusat-pusat pembelanjaan, pusat kerajinan, panggung musik terbuka, hingga restoran di pinggir pantai dengan pemandangan laut dan Table Mountain.

Diakui oleh banyak pengunjung bahwa salah satu pesona wisata paling menarik dari kawasan Cape Town adalah pantainya. Berkesempatan menyusuri pantai-pantai indah di daerah bekas jajahan Belanda dan Inggris yang memerlukan waktu 2 jam dengan penerbangan dari Bandara O.R. Tambo Johannesburg ini sungguh menakjubkan dan menyegarkan.

Di pagi hari bila cuaca memungkinkan bisa bepergian ke Seal Island dengan boat untuk melihat anjing laut yang hidup di alam bebas, kemudian menuju tempat tertinggi di Cape Town: CAPE POINT, dilanjutkan dengan mengunjungi cagar alam GOOD HOPE (Tanjung Harapan) dengan funicular menuju mercu suar untuk melihat titik pertemuan Samudera Atlantik dan Samudera Hindia, melewati CHAPMANā€™S PEAK untuk melihat keindahan alam.

Selanjutnya meneruskan perjalanan ke BOULDER BEACH untuk melihat burung pinguin. Kiranya bukan hanya pemandangan alam dari Puncak Table Mountain atau debur ombak di ruas pertemuan Samudra Hindia dan Samudra Atlantik saja yang memberikan perasaan nyaman, tetapi juga tebaran wineland atau perkebunan anggur yang mewarnai alam khas disana.

Pada peta brosur-brosur petunjuk wisata ke Cape Town, biasanya didapati puluhan gambar gelas anggur berkaki tunggalyang melambangkan perkebunan anggur di seantero Cape Town. Salah satu yang terkenal diantaranya adalah Vergelegen di Lourensford Road, Somerset West, yang posisinya tidak berapa jauh dari Pegunungan Helderberg.

Dari penuturan pemandu wisata, Vergelegen pada jaman dahulu dikuasai oleh Gubernur Willem Adriaan van der Stel sekitar tahun 1700-an, kemudian berpindah pemilikan ke keluarga Theunissen, Sir Lione, Charles Barlow, dan terakhir oleh Anglo American Farms Limited, yang ke mudian dinyatakan terbuka bagi para pengunjung.

Wisatawan dapat menikmati keindahan gedung bekas tempat tinggal para pemiliknya lengkap dengan segala isinya dan keindahan kebun mawar. Atau, merasakan teduhnya rimbunan daun pohon Chinese Camphor yang ditanam oleh Willem Adriaan sekitar tahun 1700- 1706.

Sekiranya tidak berminat untuk mengikuti perjalanan berkeliling kebun anggur, wisatawan dapat mencicipi anggur produksi Vergelegen di pusat pencicipan anggur yang berada di salah satu bangunan di area Vergelegen. Tidak ada yang bebas, karena untuk mencicipi anggur dikenakan biaya sebesar 2 hingga 10 rand per sloki anggur.

Disamping itu minuman bisa dipergunakan untuk souvenir dari merk Sauvignon Blanc 2000, Chardonnay 2000, Merlot 1998, atau Vergelegen 1998. Daerah wisata Afsel lainnya adalah GARDEN ROUTE dengan kereta api kuno CHOO-TJOE, menuju kota SEDGEFIELD, Sun City untuk tour Safari dan tidak ketinggalan tentunya kota Johannesburg dan Pretoria.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook