Jumat, 27 November 2020
   
Ukuran Teks

Queenstown, ibukota petualangan dunia

Yang terlintas di benak ketika mendengar Selandia baru mungkin tak jauh dari pemandangan alamnya yang indah. Tapi juga rangkaian lahan pertanian dan peternakan lengkap domba dan sapi-sapinya. Tak banyak yang tahu kalau di negeri ini juga tersedia banyak cara untuk menguji nyali.

Keindahan alam Selandia Baru sudah tersohor terutama bagi orang-orang bule yang ingin menikmati suasana ‘pedesaan’. Melihat potensi itu, pemerintah Selandia Baru dengan sigap menangkap peluang. Sektor jasa pariwisata-pun digarap dengan serius tentunya dengan promosi yang oke punya dan pelayanan yang yahud bagi turis yang datang.

Reputasi Selandia Baru sebagai ‘surga dunia’ baru pun sampai ke telinga para pembuat film Hollywood. Tercatat beberapa film box office Hollywood, melakukan pengambilan gambar di Selandia Baru, sebut saja trilogi Lord of the Rings, King Kong dan The Chronicles of Narnia: The Lion, the Witch and the Wardrobe. Saking jelinya, bahkan ‘peninggalan’ shooting film Lord of the Rings-pun digarap menjadi salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi. Belum lagi serial tv sukses seperti ‘Xena’ dan ‘Hercules’.

Surga Pecandu Adrenalin
Kemahsyuran Selandia Baru sebagai gudangnya wisata petualangan dan pemompa adrenalin memang belum terlalu menggema di benua Asia. Tapi bagi pecandu ‘sport jantung’ di eropa dan amerika, negeri ini jadi jaminan mutu bagi pencari ketegangan sesaat. Berbagai olahraga petualangan dapat dilakoni oleh para pelancong. Seolah tak pernah kehilangan akal, orang-orang kiwi ini tak henti-hentinya berinovasi.

Olahraga-olahraga ekstrem yang dipadu dengan potensi keindahan alam, mampu dikemas menjadi paket wisata yang sulit ditemukan di belahan bumi lainnya. Berbagai macam cara menikmati alam mulai dari kegiatan jalan santai/tracking, arung jeram, ski hingga menelusuri goa.

Tidak hanya aktivitas yang standar-standar saja, yang bersifat ekstrim pun tidak sulit ditemui di Aotearoa, sebutan suku Maori untuk Selandia baru. Bungy jumping, sky diving dan jet boating bukanlah barang aneh dan mudah ditemui di daerah-daerah wisata Selandia Baru. Tidak hanya di pusat-pusat wisata, atraksi penguji nyali seperti bungy jumping bahkan dapat di temui ditengah kota seperti di Sky Tower, Auckland.

Di pusat kota Wellington, ibukota Selandia Baru, juga dapat dinikmati hal serupa tapi tak sama. Bungy extreme Wellington menawarkan sebuah wahana dimana pengunjung akan diikat pada sebuah kursi kemudian dilontarkan setinggi 100 kaki. Pengunjung-pun akan dapat merasakan sensasi terbang dengan pemandangan pusat kota Wellington, aksi inipun terasa lebih pol bila dilakukan pada malam hari.

Ibukota petualangan dunia
Kota Queenstown sejatinya adalah kota kecil di mulai didatangi banyak pendatang ketika ditemukannya emas di sungai Shotover pada tahun 1860-an. Ketika persediaan emas habis, para pencari emas tak lantas pergi. Mereka memutuskan untuk tinggal karena terpesona oleh kecantikan kota Queens-town yang dikelilingi pegunungan dan sungai-sungai yang menawan. Lambat laun Queenstown-pun memperoleh reputasinya sebagai salah satu primadona tujuan wisata di Selandia Baru.

Rasanya tak berlebihan jika Queenstown disebut sebagai Adventure Capital of the World. Kota yang terletak di pulau Selatan memang sudah terkenal sebagai surga wisata di Selandia Baru. Keindahan suasana pegunungan dan sungai-sungainya akan dengan mudah mempesona siapapun yang berkunjung ke kota kecil itu. Pada awalnya, perkembangan industri pariwisata di Queenstown ditandai oleh banyaknya paket wisata yang menawarkan kegiatan hiking dan tracking. Mungkin pada masa itu, para pelancong sudah cukup puas menikmati pemandangan alam dengan berjalan kaki menyusuri jalan-jalan di sekitar pegunungan. Beberapa jalur yang terkenal bagi para turis penikmat alam diantaranya adalah Milford, the Routeburn and the Hollyford Tracks. Sedangkan untuk kegiatan rafting, dua sungai yang menjadi favorit para turis diantaranya adalah sungai Shotover dan Kawarau.

Pada dekade 1950-an, Mount Cook Group mengembangkan Coronet Peak Ski Area menjadi sebuah area ski komersial di Queenstwen. Tak lama kemudian dibangun juga resort pertama di Queenstown yang terbuka sepanjang tahun bagi penggemar olahraga ski. Kini, Queenstown menjadi favorit bagi para penggemar olahraga musim dingin dan turis yang ingin menikmati suasana musim dingin sepanjang tahun.

Aroma wisata petualangan di Queenstown dimulai pada tahun 1970-an ketika dibukanya pertama kali wahana jet boating. Kendaraan ini dikembangkan oleh seorang petani dari dataran tinggi pulau Selatan bernama Bill Hamilton yang mengalami kesulitan mendatangi lahan miliknya karena ketinggian air sungai yang dangkal sehingga tidak dapat dilalui perahu biasa. Akhirnya ia berhasil mengembangkan jet boat dengan kemampuan manuver yang lincah dan mampu berjalan di atas air dengan ketinggian kurang dari 3 cm.

Masih banyak lagi olahraga ekstrim yang dapat dilakukan di Queenstown seperti parasailing, hand gliding, selancar sungai (river surfing) dan abseiling. Bagi anda yang belum berani melakukannya sendiri, operator wisata biasanya menyediakan fasilitas untuk tandem seperti bungy jumping tandem atau sky diving tandem.

Bungy Jumping Modern
Tahun 1988 Queenstown kedatangan dua orang yang akan memberikan kontribusi besar bagi kota tersebut, AJ Hackett dan Henry Van Asch. Selama dua tahun mereka bekerjasama dengan Universitas Auckland mengembangkan tali-tali berbahan karet yang hingga kini digunakan oleh para pelaku bungy jumping. Ketika mereka mengumumkan rencana untuk menjadikan jembatan Kawarau sebagai arena bungy jumping komersial pertama di dunia, banyak penduduk lokal yang skeptis terhadap ide tersebut. Akhirnya jembatan Kawarau menjadi arena bungy jumping komersial pertama di dunia dengan ketinggian 43 meter di atas permukaan sungai.

Aksi nekat AJ Hackett cs yang diramal hanya akan bertahan beberapa bulan saja ternyata mampu bertahan hingga detik ini. Setahun kemudian, perusahaan milik ‘bapak bungy jumping’ ini segera meluncurkan lokasi kedua di Skippers Bridge dengan ketinggian 87 meter di atas permukaan sungai. Lokasi ketiga yang diberi nama ‘The Ledge’ yang terletak di Bobs Peak, dibuka pada tahun 1997. Sejak saat itu, AJ Hackett mengembangkan usahanya ke berbagai negara termasuk salah satu cabangnya yang ada di Bali. Diperkirakan telah lebih dari 350.000 orang yang telah ber-bungy jumping di Queenstown sejak 1988.

Para pengunjung yang ingin mencoba bungy jumping diberikan keleluasaan untuk melakukannya dengan berbagai cara. Setiap lokasi mempunyai standar yang berbeda, untuk lokasi Kawarau Bridge pengunjung berusia lebih dari 10 tahun dengan berat badan tak lebih dari 235 kg sedangkan di Skipper Bridge maksimal berat badan yang diperbolehkan hanya 130 kg dan tentunya dalam keadaan sehat secara medis. Bahkan lansia pun dapat melakukan bungy jumping apabila dinyatakan sehat secara medis, usia tertua yang tercatat pernah meloncat dari Kawarau Bridge adalah 94 tahun.

Meloncat solo atau tandem tak masalah, pengunjung juga bisa memilih gaya meloncat serta pilihan untuk menyentuh air atau tidak yang dapat diatur oleh para teknisi profesional yang mendampingi. Sebenarnya AJ Hackett juga pernah mengoperasikan bungy jumping dari atas helikopter di ketinggian 450 meter. Namun ‘produk’ ini hanya bertahan 2 tahun saja, karena tak mendapatkan restu dari otoritas penerbangan sipil Selandia Baru.

Queenstown memang tempat yang pas bagi para wisatawan yang ingin menikmati indahnya panorama alam sekaligus haus akan petualangan yang penuh tantangan. Soal keselamatan tak perlu khawatir, para operator wisata petualangan di Queenstown sudah sangat paham akan pentingnya keselamatan dan menerapkan standar yang tinggi dalam soal yang satu ini. Jika anda melancong ke Selandia Baru, jangan hanya menikmati domba dan buah kiwi-nya saja. Jangan lewatkan pula kesempatan untuk melakoni aksi-aksi penuh tantangan yang akan membuat jantung anda berdegup kencang. Dan pengalaman tak terlupakan nan menegangkan-pun akan anda miliki selamanya.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook