Jumat, 27 November 2020
   
Ukuran Teks

Sejarah dapur Lollywood

Lahore adalah salah satu kota di Pakistan yang mempunyai sejarah besar. Terdapat beberapa situs sejarah kebesaran Islam yang bahkan sudah masuk dalam UNESCO World Heritage site.

Kota apa yang ada di benak anda jika ada yang menyebut Pakistan? Sebagian mungkin akan menyebutkan Islamabad, ibukota dan pusat pemerintahan negeri sahabat ini. Sebagian lain mungkin akan menyebutkan Karachi, kota terbesar dan pusat perdagangan serta keuangan Pakistan. Namun di luar kedua kota tersebut, ada Lahore yang merupakan kota kedua terbesar sekaligus ibukota propinsi Punjab. Dengan jumlah penduduk sekitar 8,5 juta jiwa, Lahore dikenal sebagai kota budaya dan pusat industri film Pakistan sehingga nuansa seni terasa saat kita berkunjung.

Konon Lahore berperan sebagai pusat budaya India bagian utara sejak ribuan tahun lampau yang membentang dari kota Peshawar di barat hingga New Delhi di timur. Menurut legenda kota Lahore didirikan 4.000 tahun lalu oleh Loh putra Rama yang merupakan tokoh dalam kisah Ramayana. Namun, secara historis usia kota Lahore diyakini sudah mencapai 2.000 tahun dan sempat menjadi salah satu titik perdagangan jalur sutra di masa lalu. Setelah Islam masuk Asia Selatan, Lahore menarik orang untuk datang dan belajar agama. Kota ini juga menjadi saksi dari sisa-sisa kejayaan kerajaan Moghul.

Apa yang dapat dinikmati di kota Lahore? Bagi mereka yang menyenangi sejarah, dapat mengunjungi sejumlah obyek peninggalan kerajaan Mughal, yang mencapai puncak kejayaan antara tahun 1524 hingga 1752. Kerajaan Mughal membut kota Lahore begitu cantik dengan taman, istana dan masjid-masjid yang memiliki arsitektur khas. Sebut saja Masjid Badshahi yang dibangun tahun 1672-1674 dan hingga kini masih megah berdiri. Masjid ini dibangun oleh Raja Mughal keenam, Aurangzeb Alamgir, dan merupakan masjid terbesar pada zamannya. Masjid ini dapat menampung 55.000 jemaah dan di dalamnya dihiasi oleh kaligrafi yang indah dengan lantai marmer sehingga membuat udara terasa sejuk meskipun di tengah terik musim panas.

Dari Masjid Badshahi kita dapat berjalan kaki menju benteng Lahore (Lahore Fort) yang dibangun tahun 1566 oleh Akbar the Great, salah satu raja dinasti Mughal. Benteng ini didirikan di atas fondasi benteng lebih tua terbuat dari tanah liat yang dibangun pada tahun 1021 dan menjadi saksi bisu sejarah silih bergantinya penguasa serta peperangan di kawasan ini. Ada satu lagi peninggalan kerajaan Mughal yang berada di kota Lahore yakni Shalimar Garden. Taman ini, seluas 80 acre, dibangun oleh raja Shah Jahan pada tahun 1637 dan didalamnya terdapat bangunan-bangunan yang terbuat dari marmer seperti gazebo, air mancur, kolam serta masjid. Taman ini, sekali lagi, dipengaruhi oleh unsur Persia yang tercermin dari pembagian taman menurut aliran kanal dan susunan taman yang terdiri atas tiga bagian yang berada pada ketinggian yang berbeda. Taman yang terletak paling tinggi konon diperuntukkan untuk kaum wanita bangsawan dan para penungunjung tidak mungkin dapat melihat mereka dari taman yang letaknya di bawah. Pada tahun 1981, Shalimar Gardens dimasukkan dalam UNESCO World Heritage Site yang membuktikan nilai tinggi seni dan sejarah taman tersebut.

Ketiga obyek wisata yang disebut di atas berada di kota Lahore yang relatif berdekatan dan mudah dijangkau. Namun ada satu obyek wisata lain yang tidak boleh luput yakni ke perbatasan Pakistan dan India yang disebut Wagah Border untuk menyaksikan upacara penurunan bendera kedua negara dari wilayah masing-masing yang dilaksanakan setiap hari. Untuk mencapai perbatasan tersebut kita dapat menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh kurang dari satu jam melewati kawasan pertanian dan peternakan. Jika kita lebih sering mendengar berita yang menegangkan mengenai hubungan kedua negara, maka di perbatasan terjadi “persaingan” dalam upacara penurunan bendera yang dilaksanakan saat petang. Pada saat yang bersamaan kedua pihak menurunkan bendera masing-masing Negara dan berbaris untuk saling berhadapan, tetapi bukan untuk bersitegang tetapi saling menghormati dan berjabat tangan!!

Yang lebih unik adalah ternyata disisi masing-masing Negara terdapat podium untuk menyaksikan upacara ini dimana warganegara Pakistan dan India saling mengelu-elukan pasukannya dan menyoraki penonton yang berada di wilayah “lawan”. Di bagian Pakistan, terdengar penonton meneriakkan kata “Pakistan Zindabad!” yang berarti “Hidup Pakistan!” sedangkan dari wilayah India terdengar penonton meneriakkan “Jai Hind!” yang berarti “Hidup India!”. Untuk mencapai Lahore sangat mudah karena sejumlah maskapai penerbangan asing melayani kota tersebut termasuk Thai Airways dan Singapore Airlines, sedangkan untuk akomodasi tersedia hotel-hotel bagus, bersih dan nyaman seperti Avari dan Pearl Continental.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook