Jumat, 27 November 2020
   
Ukuran Teks

Pesona Luxor

Luxor kota tua di Mesir yang dibangun oleh Raja Amenothep III dan Ramses II ini dikenal sebagai the World Open-Air Museum (Museum Terbuka di dunia), yang banyak dikunjungi oleh turis-turis mancanegara

Penemuan bersejarah peninggalan kerajaan Firaun (Pharaoh) pada masa lalu, semakin menambah daya tarik Mesir. Disamping keunikan monumen-monumen keagamaan dan budaya, Mesir juga mempunyai letak geografi yang menguntungkan dan iklim yang bersahabat sepanjang tahun, khususnya disepanjang garis pantai yang tenang dan luas.

Mesir, negara yang terletak di benua Afrika ini, pada tahun 2007 telah memperoleh peringkat kedua diantara 5 (lima) negara terbaik di Timur Tengah, yang menjadi tujuan para wisatawan mancanegara, pelaksanaan konferensi dan festival yang sifatnya internasional. Sektor wisata di Mesir mewakili 11,3% dari GDP Mesir.

Luxor
Kali ini kita akan mengunjungi salah satu obyek wisata terkenal yaitu luxor. Kota Tua di Mesir ini memiliki sejarah yang begitu luar biasa dan di dalamnya terdapat banyak sekali peninggalan-peninggalan bersejarah yang usianya mencapai ribuan tahun. Di dalam kota ini terdapat hampir sepertiga dari jumlah peninggalan bersejarah (barang-barang antik) dunia.

Luxor dahulu kala merupakan ibukota negara Mesir yang bernama Wasset. Kemudian berubah nama menjadi Thebes. Orang-orang Arab menyebutnya dengan Luxor, yang dalam bahasa Arab al-aqsor atau al-uqsur, yang artinya adalah “The City of Palace” (Kota Istana) karena mereka terkesan dengan bangunan-bangunan bersejarah yang sangat indah, megah dan besar yang ada di sekitar Luxor.

Luxor, ditempat ini banyak sekali tempat-tempat wisata bersejarah yang dapat dilihat oleh para Turis Mancanegara. Luxor terbagi ke dalam dua bagian kota, yaitu Luxor Barat dan Timur. Luxor Bagian Barat merupakan tempat/lokasi pemakaman dan kuil penyembahan dewa kematian. Bila kita masuk ke Luxor bagian barat maka akan ditemui sejumlah peninggalan bersejarah yaitu:

Mummifucation Museum, museum ini merupakan satu-satunya museum di dunia dan merupakan tempat penyimpanan 150 jenis peninggalan mumi, peti mayat (coffins), peralatan yang biasa digunakan tabib/dokter pada masa Mesir Kuno, serta lukisan-lukisan yang menceritakan tentang upacara ritual keagamaan pada masa itu.

The Clossi Memnon, di tempat ini terdapat dua patung raja Amenophis III yang masing-masing berukuran tinggi 23 meter, berat 1000 ton dan terletak di pintu masuk menuju kuil tersebut. Luas kuil ini meliputi 385.000 square meter dan bahkan lebih besar dari kuil Amon Ra di Kuil Karnak.

Med net Habu Temple, dibangun oleh Raja Ramses II dalam bentuk kota yang dibentengi dan di dalamnya terdapat kuil, tempat dan beberapa chapels. Semua kejadian dilukiskan di atas dinding, memperingati kemenangannya terhadap Libya, Sarinian, the Cretan dan lainnya serta relief unik mengenai peperangan di laut.

Queen Hatshepsut’s Temple, Hastshepsut adalah satu-satunya wanita yang memerintah Mesir sebagai Pharaoh. nama kuilnya adalah “ Djeser-Djeseru” the splendor of the splendor. Hatshepsut, wanita yang berbusana pria karena khawatir rakyatnya tidak menerima dirinya sebagai wanita. Hatshepsut memerintah Mesir selama 20 tahun dan konon kabarnya, pada masanyalah Mesir mengalami puncak kemakmuran dan kestabilan negara. Di kuil ini kita dapat melihat gambaran Hatshepsut yang terefleksi/tercermin pada patung-patung yang berada di sekitar kuil ini.

Valley of the Kings and the Queens, lembah ini merupakan kompleks pemakaman para raja, ratu, keluarga kerajaan dan para bangsawan. Namun demikian, di makam ini hanya berupa kuburan kosong saja karena semua mumi para raja, ratu, keluarga kerajaan dan bangsawan, sudah dipindahkan ke Museum Mummi atau Museum Besar di Cairo. Di antara raja dan ratu yang dimakamkan di lembah ini adalah Tut Ankh Amon’s, Seti I, Ramses III dan Ramses II, Queen Nefertari, isteri Raja Ramses II.

Luxor Timur merupakan pusat kehidupan dan aktivitas peradaban dan beberapa peninggalan yang ada di wilayah ini antara lain:

Luxor Temple, kuil ini terletak di jantung kota Luxor dan khusus dipersembahkan untuk dewa Amon Ra. Kuil ini dibangun pada masa Kerajaan Baru Pharaoh Amenophis III dan kemudian diperluas oleh raja-raja Mesir termasuk raja Ramses II, Tit dan Alexander Yang Agung. Di salah satu sudut kuil Luxor terdapat bangunan masjid bernama “Abu Al Haggag” yang dibangun pada masa pemerintahan Arab di Abad ke-13. Di gerbang utama kuil ini terdapat satu obelisk yang terbuat dari batu merah muda setinggi 25 meter. Pada abad 19, Obelisk ini terdapat sepasang, namun salah satunya kini berada di Perancis.

Karnak Temple, kuil ini menujukkan keagungan dari Theban God Amon, simbol Dewa Kesuburan dan Pertumbuhan. Karnak terdiri dari bermacam-macam kuil, chapel, dan bangunan-bangunan lain. Nama Karnak diambil dari desa disekitar yaitu El-Karnak. Bagian terbesar dan terpenting dari tempat ini adalah pusat kuil terbesar dari dewa Amon. Layout dan kuil besarnya terdiri dari serangkaian phylons (tonggak menara), yaitu phylons IV dan V yang dibangun oleh Tuhtmosis I dan sejak saat itu, kuil Karnak diperbesar ke arah Barat dan Selatan.

Luxor Museum, museum ini terletak diantara Kuil Luxor dan Karnak dan merupakan tempat peninggalan pusaka Firaun yang ada di Luxor dan daerah-daerah sekitarnya, serta petunjuk/informasi seputar monumen-monumen yang akan dikunjungi berikutnya. Asik kan?

Tips berwisata ke Luxor
Perhatikan musim dan cuaca di Mesir karena bulan November s/d April suhu setempat antara 20 s/d 26 derajat celcius. Sementara bulan Mei s/d Oktober, panas di siang hari dan sangat dingin di malam hari. Bawa perlengkapan yang dibutuhkan seperti sun lotion karena di daerah gurun angin terasa panas dan kering, sun glasses, topi atau sorban penutup kepala. Banyak minum dan gunakan gunakan sepatu yang sesuai.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook