Jumat, 27 November 2020
   
Ukuran Teks

Salam Redaksi Edisi 37

Pembaca yang budiman,

Mengingat ini adalah edisi perdana tahun 2020, tentu pertama-tama saya mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada para pembaca AKSES dimanapun berada.

Sebagaimana kita ketahui, tahun 2020 baru saja dimulai. Namun kita telah dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak mudah dan tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan korban ribuan jiwa namun juga mengganggu perekonomian dunia, bahkan diprediksi dapat berujung pada resesi global. Ini adalah “new normal” bagi kita semua, tidak terkecuali bagi diplomasi ekonomi Indonesia.

Berbagai institusi dan lembaga internasional seperti The Economist Intelligence Unit telah merevisi proyeksi pertumbuhan global. Indonesia sebagai bagian dari mata rantai ekonomi global tentunya tidak kebal dari dampak negatif perang dagang maupun pandemi Covid-19.

Pengalaman kita melalui berbagai krisis global mengajarkan bahwa dengan optimisme, kreativitas, ketangguhan dan kerja sama, ekonomi Indonesia mampu bangkit dan semakin kuat.

Sinergi pemerintah baik pusat dan daerah dengan dunia usaha serta pelaku bisnis perlu terus diperkuat. Perlu pemetaan strategi dan inovasi agar Indonesia tetap kompetitif di tengah berbagai ketidakpastian, termasuk memperkuat postur digital economy. Ini adalah pasar dengan potensi yang semakin meningkat yang perlu kita terus garap.

Dalam kaitan ini perlu saya sampaikan kembali bahwa Menteri Luar Negeri dalam Pernyataan Pers Tahunannya di awal 2020, telah menyampaikan Prioritas 4+1 dalam Diplomasi Indonesia.

Prioritas pertama adalah penguatan diplomasi ekonomi.

Upaya ini tercermin pada Laporan Utama edisi Majalah AKSES kali ini: dukungan Kemlu terhadap perkembangan industri rintisan (startup). Melalui artikel tersebut, pembaca dapat mengetahui lebih lanjut mengenai bentuk diplomasi ekonomi Kemlu yang terus berinovasi mengikuti perkembangan terkini, yaitu industri 4.0 dan terus mempertajam strategi dalam memanfaatkan secara maksimal potensi ekonomi yang dimiliki, khususnya guna membumikan diplomasi ekonomi – memberikan manfaat langsung kepada rakyat.

Selain itu, pada edisi ini juga disajikan sejumlah informasi mengenai potensi dan peluang usaha di negara-negara sahabat yang sesungguhnya memiliki peluang besar, namun belum banyak diketahui oleh masyarakat bisnis dan pelaku usaha Indonesia, seperti di Kamboja, Johor Bahru, Thailand Selatan, Mesir, Jordania, Bangladesh, Kawasan Pasifik dan di benua Afrika.

Edisi kali ini juga mengulas pendekatan Kemlu kepada pemangku kepentingan di daerah, baik kalangan pemerintah maupun pelaku usaha lokal di Rembang, Bantul, Aceh hingga NTT guna mendorong ekonomi daerah memasuki pasar global.

Saya berharap artikel yang disajikan pada edisi kali ini menjadi inspirasi dan penyemangat para pembaca sekalian, utamanya pelaku UMKM lokal untuk tidak berputus asa dan tetap optimis. Seperti kata Nelson Mandela, “it always seems impossible until it is done”.

Selamat membaca!


Desra Percaya
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Link Terkait

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Kementerian Luar NegeriKementerian PerdaganganKementerian PertanianBadan Koordinasi Penanaman ModalBadan Ekonomi KreatifKementerian Koperasi dan Usaha Kecil MenengahKementerian PariwisataKementerian Perindustrian

Halaman Facebook