Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks

Indonesia dan Afrika Sepakat Melawan Kejahatan Maritim

Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) menyelenggarakan Indonesia – Africa Maritime Dialogue 2018 (IAMD).

 

Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) menyelenggarakan Indonesia – Africa Maritime Dialogue 2018 (IAMD). Acara yang telah berjalan sukses tersebut semakin menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia dan melawan segala bantuk kejahatan maritim. Menurut Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, tujuan pelaksanaan IAMD adalah menciptakan satu forum dan way forward bagi Indonesia dan Afrika untuk bekerja sama dalam melawan Transnational Organized Crime (TOC) in the Fisheries Industry. Dengan demikian, kita dapat mencapai sustainable fisheries dan ocean security.

Kerja sama ini sangat strategis bagi kedua belah pihak karena Indonesia dan Afrika sama-sama memiliki potensi maritim yang besar sekaligus menghadapi tantangan dalam mengelola laut. Keduanya sampai saat ini melawan illegal-unreported-unregulated fishing (IUUF), pembajakan, perdagangan manusia, dan masalah kelautan lainnya. “Untuk itu sangat diperlukan kerja sama internasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna menyelesaikan tantangan yang dihadapi,” kata Retno.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menjelaskan bahwa selama kurun waktu 4 tahun terakhir, Pemerintah Indonesia berhasil melawan praktik perikanan illegal yang masuk kategori IUUF dan TOC in the Fisheries Industries. Hal ini memberikan dampak yang sangat positif pada ocean sustainability serta meningkatkan hasil tangkapan nelayan Indonesia hingga 2 kali lipat.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Aspasaf, Desra Percaya, mengakui bahwa laut merupakan sumber daya yang penting bagi Indonesia maka langkah kerja sama kemitraan seperti IAMD ini patut ditingkatkan. Ke depan, ia berharap IAMD dapat mendorong bantuan teknis dan program peningkatan kapasitas dalam bidang sustainable fisheries and maritime security.

Hasil IAMD
Tema yang diangkat IAMD digodok dalam sesi diskusi yang menghasilkan beberapa hal pokok seperti perlunya kerja sama antarnegara dalam meningkatkan kontrol dan monitoring atas pergerakan ikan serta data sharing. Kedua, pentingnya berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam melawan IUUF dan TOC in fisheries industries. Poin ketiga, para peserta IAMD mengakui masih rendahnya upaya kerja sama antarnegara dalam membangun “Blue Economy.” Terakhir, perikanan dan kelautan merupakan masalah, baik bagi coastal countries maupun land-locked countries.

Peserta negara mitra dan LSM juga berkesempatan secara singkat membagi pengalaman melawan IUUF di wilayah perairan Afrika dan Asia. Sekaligus mereka menawarkan beberapa program kerja sama melalui capacity building dan pelatihan. Pada akhirnya, mereka yang hadir dalam IAMD sepakat terhadap Summary of Meeting yang menjadi bagian dari rangkaian komitmen Our Ocean Conference (OCC) yang diselenggarakan di Bali, 29-30 Oktober 2018. Tingginya antusias negara Afrika pada IAMD tergambar dengan kehadiran ke-23 negara Afrika yang juga hadir di OOC. Untuk  itu, sebagai tindak lanjut dari forum ini, diharapkan akan terdapat beberapa MoU kerja sama di bidang sustainable fisheries dan maritime security. Hingga akhir tahun 2018, tercatat telah ada 2 MoU antara Indonesia dengan Namibia dan Mozambik.

Sementara Afrika Selatan saat ini masih dalam tahap penjajakan. IAMD yang diselenggarakan paralel dengan OCC, juga berlangsung pada 29 Oktober 2018. Terdapat 46 partisipan, yakni perwakilan dari 23 negara di Afrika, yakni Aljazair, Angola, Cabo Verde, Cote d’Ivoire, Mesir, Ethiopia, Ghana, Libya, Madagaskar, Mauritania, Mauritis, Maroko, Mozambik, Namibia, Senegal, Seychelles, Somalia, Afrika Selatan, Tanzania, Tunisia, Uni Komoro, Zambia dan Zimbabwe. Lalu ada 2 negara mitra yang juga hadir, yaitu Jepang dan Belanda. Kemudian, 4 NGO/Entitas lain yang diundang oleh Sekretariat OOC (Fish-I-Africa, Global Fishing Watch, Interpol dan UNODC) dan 3 peserta dari tingkat Wakil Menteri/ Direktur Jenderal dari Afrika.

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook