Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks

Pacific Exposition 2019: Berawal dari Persahabatan dan Demi Persahabatan

Pacific Exposition: Tidak Sebatas Strategi, Fokus Pada Implementasi

Pidato “Pacific elevation” Menteri Retno mendapatkan sambutan positif dan dukungan bulat dari para Pemimpin Negara, Menteri Luar Negeri dan Menteri sektoral serta delegasi tingkat tinggi pemerintah, parlemen maupun pemimpin perusahaan dari negara Pasifik, pada saat pembukaan Pacific Exposition, 11 Juli 2019.

Di antara para undangan khusus, Perdana Menteri Cook Islands Henry Puna, Perdana Menteri Papua Nugini James Marape, Deputi Perdana Menteri/ Menlu Selandia Baru Winston Peters dan Menlu Australia Marise Payne.

Mengakhiri pidatonya, Menlu Retno mengajak para undangan khusus untuk bersama-sama menabuh alat musik gendang dan tifa khas Maluku dan Papua, sebagai simbol persahabatan untuk penguatan persahabatan yang merupakan inspirasi dari kegiatan Pacific Exposition.

Pacific Exposition sendiri adalah sebuah perhelatan skala besar yang untuk pertama kalinya digelar untuk membahas peluang kerja sama bisnis dan investasi, pariwisata serta seni budaya antara negara dan teritori di Pasifik termasuk Indonesia. Penyelenggaraan Pacific Exposition merupakan tindak lanjut dari momentum positif Indonesia-South Pacific Forum sebelumnya pada Maret 2019, yang melahirkan komitmen untuk menciptakan “a new era of Pacific engagement”.

Kegiatan terlaksana atas inisiatif KBRI Wellington, bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan swasta tanah air termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, BKPM, KADIN, Pemerintah 5 Provinsi Kawasan Indonesia Timur (Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua dan Papua Barat), serta berbagai pihak lain baik swasta maupun pemerintah.

Dukungan kuat juga diperoleh dari Pemerintah Selandia Baru selaku tuan rumah bersama pemerintah Australia, termasuk membantu menghubungkan dan menghadirkan para pebisnis dari negara dan teritori di Pasifik maupun komunitas Pasifika yang telah beroperasi di kedua negara tersebut.

Tiga negara Pasifik saat ini juga telah memiliki status mitra strategis/ strategis komprehensif dengan Indonesia, yaitu Australia, Papua Nugini dan Selandia Baru. Penguatan kerja sama ekonomi menjadi salah satu pilar utama kemitraan tersebut.

Mengambil tema “Creating Pacific Momentum”, acara Pacific Exposition berlangsung sepanjang 4 hari di jantung kota Auckland yang ramah, hidup dan sejuk.

Lokasi pertemuan yang sangat strategis, yaitu di Skycity Auckland Convention Center yang bersebelahan langsung dengan Sky Tower, menara setinggi lebih dari 300 meter yang juga ikon kota Auckland, semakin meningkatkan profil acara ini sebagai perhelatan yang bergengsi.

Di sela-sela kegiatan, para pengunjung juga dapat dengan mudah singgah sejenak ke Queen Street, untuk membeli berbagai produk lokal maupun internasional serta menyaksikan beragam warnawarni komunitas Pasifika di Auckland, yang merupakan komunitas Pasifika terbesar di dunia.

Oleh karenanya, pemilihan kota Auckland sebagai venue Pacific Exposition juga dimaksudkan sebagai simbol perekat Indonesia dan Pasifik.


Banyak Diskusi, Besar Transaksi, Tidak Pernah Sepi!

Selama 4 hari berturut-turut, kegiatan Pacific Exposition diisi dengan berbagai forum diskusi tematis, yaitu kerja sama pariwisata, bisnis dan investasi, serta forum budaya Pasifik.

Target utamanya, menghasilkan kerja sama langsung di bidang trade, tourism and investment serta kebudayaan yang seluas-luasnya, termasuk melalui peningkatan konektivitas arus barang dan orang dari/ ke Pasifik serta terbentuknya pasar yang terintegrasi, termasuk industri pariwisata Pasifik yang masih sangat potensial.

Baik forum pariwisata maupun forum bisnis dan investasi juga membahas upaya menciptakan branding Pasifik sekaligus langkah-langkah bersama untuk menghadapi realita dan tantangan kerja sama yang perlu diatasi di lapangan.

Indonesia juga berbagi pengalaman ASEAN di antaranya dalam menciptakan paket produk destinasi dan promosi bersama, serta pengembangan standar SDM di tingkat ASEAN. Para narasumber dan peserta datang langsung dari 19 negara dan teritori Pasifik. Termasuk di antaranya 20 BUMN dan 21 pengusaha Indonesia, 35 perusahaan Selandia Baru, 4 perusahaan Australia, serta wakil perusahaan dari Fiji, Samoa, Solomon Islands, Timor Leste dan Tonga.

Berbarengan dengan forum bisnis dan investasi yang dimotori KADIN, juga dilaksanakan kegiatan business matchmaking yang dipimpin Kementerian Perdagangan. Antusiasme pengunjung yang tinggi ditunjukkan dengan kehadiran tidak kurang dari 1.100 pengusaha dari Indonesia dan Pasifik dari berbagai sektor kerja sama.

Indonesia juga menonjolkan potensi Kawasan Indonesia Timur sebagai “hub” kerja sama dengan Pasifik, termasuk menuju pasar ASEAN dan EAS yang lebih luas, dengan membuka sejumlah booth Pemerintah Provinsi Kawasan Indonesia Timur dan booth BUMN, mulai dari industri strategis, industri kreatif hingga specialty coffee.

Sementara itu, forum budaya Pasifik juga dimanfaatkan Indonesia untuk bertukar pandangan dan mengidentifikasi langkah-langkah bersama untuk merekatkan persahabatan berbasis pendekatan kebudayaan dengan Pasifik.

Salah satu hal menarik dari hasil diskusi adalah ada kedekatan rumpun Bahasa Indonesia/ Melayu dengan Bahasa kebanyakan negara Pasifik. Hal ini perlu dikapitalisasi lebih lanjut untuk semakin merekatkan Indonesia dengan Pasifik.

Di akhir forum budaya, peserta yang mayoritas mewakili akademisi, budayawan dan pakar sepakat merumuskan suatu joint communique yang di antaranya menegaskan kembali pengakuan Indonesia sebagai bagian tidak terpisahkan dari rumpun Pasifik.

Forum juga sepakati berbagai area kerja sama bidang budaya yang konkrit dan dapat ditindaklanjuti, guna semakin mempererat persahabatan, saling pemahaman dan saling menghormati khususnya di kalangan generasi muda, sebagai agen persahabatan masa depan di Pasifik.

Serunya lagi, sepanjang kegiatan dan penyelenggaraan pameran, juga berlangsung pertunjukan seni dan budaya dari berbagai negara Pasifik. Sungguh sebuah kesempatan langka untuk dapat menyaksikan ragam budaya Pasifik selama tiga hari berturut-turut. Dan tentunya sebagai icing of the cake, “kejutan special” konser Sound of the Pacific selama dua hari berturut-turut dipersembahkan dan sekaligus menutup perhelatan Pacific Exposition.

Kolaborasi musisi dan seniman tanah air termasuk Glen Fredly, Ivan Nestorman dan Papua Original bersama berbagai artis ternama Pasifik di antaranya Swiss (Tonga), Sam Chookoon (Samoa), Ellaphon (Selandia Baru), Mi-kaisha Masella (Australia) dan Erakah (Fiji) berhasil memukau ratusan pengunjung dari berbagai kalangan dan usia, termasuk Menlu Retno yang turut bernyanyi dan menari bersama. Tidak ketinggalan, Duta Besar RI Wellington Tantowi Yahya pun turut menyumbangkan sejumlah lagu yang segera disambut meriah oleh penonton.

Dari Persahabatan untuk Penguatan Persahabatan

Acara Pacific Exposition berlangsung lancar, aman, bergengsi dan mendapatkan peliputan positif dari media lokal maupun internasional. Hingga penutupan acara, tercatat total transaksi bisnis yang berhasil dibukukan yakni sekitar NZD 104 juta (USD 70 juta), antara lain di sektor pariwisata, produk perikanan, produk pertanian (kopi), copra meal, cengkeh, pala, rumput laut, produk rotan dan kerajinan tangan.

Hal ini merupakan capaian penting bagi diplomasi ekonomi Indonesia sekaligus bukti bahwa Pasifik adalah keluarga bagi Indonesia yang memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Dengan modalitas kuat sebagai satu keluarga besar dan sahabat dekat, sudah selayaknya (natural) Indonesia terus meng-engage dan memupuk kerja sama dengan Pasifik di berbagai bidang.

Karena itulah, penyelenggaraan Pacific Exposition juga tidak hanya sebatas “one-timeevent semata, namun diharapkan dapat menjadi platform berkelanjutan bagi dialog dan pertemuan tematik secara berkala, serta penajaman fokus agar dapat menghasilkan inisiatif dan kerja sama konkret ke depan.

Inilah makna “Pacific elevation”, kontribusi Indonesia yang konkret, terukur, serta turut meningkatkan perdamaian dan kemakmuran bersama wilayah Pasifik. Sampai bertemu pada acara Pacific Exposition berikutnya!

 

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook