Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks

Capaian Penting Kerja Sama Indonesia - Tunisia untuk Masuk ke Pasar Afrika

 

Negara-negara di Afrika tengah menjadi primadona banyak negara yang ingin menjalin kerja sama ekonomi. Sejak beberapa tahun terakhir Indonesia gencar masuk ke Afrika sebagai pasar non tradisional. Daerah yang cukup potensial adalah Afrika bagian utara yang disebut Maghribi, khususnya Negara Tunisia.

Indonesia tertarik menjadikan Tunisia sebagai pintu gerbang masuk ke negara-negara lain di Afrika. Tak mengherankan, karena negara beribu kota Tunis itu berada di ujung Benua Afrika dan punya letak strategis karena langsung menghadap Benua Eropa.

Tunisia yang punya luas sekitar 185.150 km (hampir sama dengan luas Pulau Sulawesi), menyandang status Advanced Partner. Artinya, barang ekspor Tunisia punya prioritas masuk ke Eropa. Selain itu, Tunisia dipandang sebagai Regional Hub bagi investor yang ingin beroperasi di pasar negara-negara tetangganya seperti Maroko, Libya dan Aljazair.

Langkah nyata Indonesia menjalin relasi intim dengan negara berpenduduk sekitar 8.5 juta jiwa itu adalah melakukan Preferential Trade Agreement (PTA). Inilah langkah awal meningkatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Tunisia. Prosesnya telah diinisiasi sejak Juni 2009 silam melalui penyelenggaraan Joint Study Group I. Kemudian dilanjutkan Joint Study Group II pada Juni 2010, dan pelaksanaan Preliminary Meeting yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2017. Dari proses yang cukup panjang tersebut, pada akhirnya perundingan PTA pertama antara Indonesia dengan Tunisia berhasil diselenggarakan di Tunis, Tunisia pada 25-26 Juni 2018.

Capaian ini tak lepas dari usaha yang dilakukan Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Timur Tengah. Tak berhenti di situ, perundingan kedua berhasil diselenggarakan di Jakarta pada 24-25 September 2018 yang membahas market access. Di sini dibahas penentuan modalitas pertukaran daftar barang dan komoditas kedua negara.

Perundingan ketiga kembali diselenggarakan di Tunis pada 11-13 Maret 2019. Kali ini membahas draf teks Rules of Origin (ROO) dan lampirannya (Draft text of Operational Certification Procedures), penetapan modalitas penurunan atau eliminasi tarif, legal scrubbing teks PTA, dan pembahasan request/ offer list dari masing-masing negara.

Pembahasan request/ offer list tersebut menjadi fokus pertemuan keempat yang berlangsung di Bogor, Indonesia 13-15 Januari 2019. Isu ini didasarkan pada kesepakatan modalitas pengurangan tarif yang diklasifikasikan pada 4 (empat) skema, yaitu A (eliminasi), B (40%), C (30%) dan D (20%), serta finalisasi naskah RoO.

Selain itu, juga telah disepakati sebuah naskah PTA secara keseluruhan dan sudah dilakukan legal scrubbing. Hasil lainnya adalah sebuah naskah ROO dengan hasil 16 pasal dari 35 pasal telah disepakati oleh kedua negara.

Kemajuan perundingan ini tak lepas dari peran masing-maisng delegasi. Dari Indonesia hadir dari perwakilan unit terkait di Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Kementerian ESDM RI, Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Keuangan RI tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Perundingan Bilateral, Direkrorat Jenderal PPI – Kementerian Perdagangan RI, Ni Made Ayu Marthini.

Sedangkan dari pihak Tunisia dipimpin oleh Mr. Chedli May dari Kementerian Perdagangan Tunisia dan beranggotakan perwakilan dari Kedubes Tunisia di Jakarta, Mr. Chauki Maouley, Kementerian Keuangan Tunisia, Mr. Fekih Zguir dan Bea Cukai Tunisia, Mr. Fathi Al-Aasili.

Selanjutnya, babak final dari perundingan PTA antara Indonesia dengan Tunisia akan diselesaikan pada sesi kelima perundingan yang diselenggarakan di Tunis, Tunisia, pada 23-25 Maret 2020 ini. Dengan selesainya proses perundingan PTA ini, diharapkan kerja sama perdagangan kedua negara dapat meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masing-masing, serta mendongkrak nilai perdagangan di kawasan Maghribi.

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP