Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks

Produk Farmasi Indonesia Tembus Pasar Palestina dan Yordania

 

Pada umumnya, orang Arab punya kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis. Bahkan dari sejak kecil. Tidak heran, banyak di antara mereka menderita penyakit diabetes. Ini adalah peluang bagi produk farmasi kita.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal US National Health Institute yang terbit tanggal 28 Maret 2018 menyebutkan bahwa sebanyak 51,5% masyarakat Arab menderita penyakit diabetes tipe II (T2D). Faktor pendorongnya adalah gaya hidup (lifestyle). Penelitian juga menyebutkan bahwa semakin tinggi penghasilan maka semakin tinggi penderita penyakit diabetes.

Banyak orang Arab gemar meneguk minuman ringan bersoda sepanjang waktu. Bahkan perusahaan minuman itu sanggup membayar mahal bintang sepak bola dunia seperti Messi, Torres, Drogba dan lain-lain sebagai bintang iklannya. Selain minum manis, banyak orang Arab juga melahap panganan manis seperti kue halawah, qatayef, basbousa, kunafa, luqmat al-kadhi yang wajib ada.

Fenomena ini menjadi peluang bagi produk farmasi Indonesia. Sebagai langkah konkret, KBRI Amman kerap mengundang industri farmasi Indonesia untuk berkunjung ke Amman dan Palestina guna melihat pasar yang ada. Gayung bersambut, salah satu pabrik farmasi Indonesia, Dexa Medica, tertarik menjajal bisnis obat di dua negara ini pada April 2019.

Hal tersebut diungkap oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Republik Palestina, Andy Rachmianto kepada AKSES. Pada 5 Oktober 2019, kata Andy, Dexa Medica Indonesia meneken Nota Kesepahaman dan kerja sama supply agreement dengan mitra di Yordania dan Palestina. Penandatanganan MoU dilakukan Presiden Direktur PT Ferron Par Pharmaceuticals, anak usaha Dexa Group, Krestijanto Pandji. Hadir dalam kesempatan itu Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM-RI) Penny K. Lukito dan Andy Rachmianto.

Ada dua kerja sama ekspor yang disepakati dalam penandatangan tersebut. Pertama, supply agreement antara Dexa Medica dan Al Noor Drugs Store, partner perusahaan farmasi dari Kerajaan Yordania. Di dalam kesepakatan Dexa Medica akan menyuplai obat diabetes Metformin Sustained Release, beberapa produk injeksi, obat herbal modern seperti HerbaKOF untuk obat batuk, HerbaVOMITZ untuk meredakan kembung dan mual, HerbaPAIN untuk meredakan nyeri, HerbaCOLD untuk meringankan pilek dan sakit tenggorokan, Stimuno untuk daya tahan tubuh, dan juga hasil pengembangan ilmuwan dari Dexa Group.

Kedua, supply agreement antara Dexa Medica dan Anajah Medical Company & Pharmaceutical Palestina untuk produk obat herbal modern (HerbaKOF, HerbaVOMITZ, HerbaPAIN, HerbaCOLD, Stimuno) hasil karya ilmuwan Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) di Cikarang, Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut, Andy menegaskan bahwa KBRI akan terus mengawal, menjaga dan meningkatkan komitmen dalam mendukung peningkatan kerja sama dan peningkatan kapasitas bagi Palestina.

Selain itu, ia berharap agar Dexa Medica dan perusahaan industri farmasi lainnya untuk dapat memanfaatkan kesepakatan perjanjian perdagangan bebas (FTA) Yordania dengan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Kanada. Pelaku industri Tanah Air bisa menjadikan Yornadia sebagai hub yang pembuka jalur distribusi pasar potensial di Kawasan Timur Tengah.

Kemudian, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan Dexa Medica dengan mitranya dari Yordania dan Palestina ini merupakan wujud konkret komitmen BPOM. Selama ini, BPOM melakukan pendampingan dan memfasilitasi ekspor produk obat dan makanan nasional untuk dapat menembus pasar internasional.

 

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP