Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks

Kisah PT Timah dalam Menembus Pasar Afrika

 

Bila mendengar kata Afrika mungkin kita langsung berpikir ketidakstabilan ekonomi, keamanan dan politik. Tetapi nyatanya Afrika saat ini punya peluang investasi yang menarik, khususnya dalam bidang tambang.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Indonesia melalui PT Timah masuk ke Afrika.  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor tambang itu, setidaknya telah merangkul 3 negara Afrika untuk diajak kerja sama.

BUMN yang berdiri 2 Agustus 1976 itu telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan perusahaan lokal Nigeria, Top Wide Limited, untuk membentuk perusahaan joint venture pada 2017. Tindak lanjut dari perjanjian itu adalah registrasi perusahaan dengan nama PT Timah Nigeria Limited pada Desember 2019.

Perusahaan tersebut selanjutnya akan mengoptimalkan areal konsesi pertambangan seluas 16.000 Ha. Target awal kapasitas produksinya hingga 5.000 Mton ingot per tahun. Ingot adalah satuan logam cair yang telah dicetak dalam bentuk tertentu dan siap untuk diproses lebih lanjut.

Penjajakan kerja sama pertambangan di Nigeria ini awalnya difasilitasi oleh Kementerian Luar Ngeri. Kesepakatan kedua perusahaan dengan kisaran nilai 25,9 juta USD itu diumumkan di Indonesia Africa Forum yang diselenggarkan Kemlu di Bali pada 10-11 April 2018.

Sukses di Negeria yang kaya timah, PT Timah yang bergerak di sektor pertambangan timah sejak 1995 itu masuk ke Tanzania. Pada November 2019, PT Timah yang didampingi Delegasi Kemlu mengunjungi Tanzania guna mengidentifikasi peluang pertambangan.

Kunjungan kedua ke negara Afrika Timur itu dilakukan sebulan berikutnya. Kali ini menghasilkan MoU antara PT Timah dengan State Mining Corporation (STAMICO) Tanzania mengenai kerja sama pertambangan emas, timah, koltant, fosfat dan rare earth elements.

Setelah Nigeria dan Tanzania, PT Timah yang berkantor pusat di Pangkalpinang Bangka itu juga masuk ke Rwanda. Kembali bersama delegasi Kemlu, PT Timah melawat ke negara beribu kota Kigali itu untuk melihat peluang tambang di sana serta mencari partner kerja sama yang tepat.

Ini langkah awal yang baik untuk kembali mencari peluang di negara-negara lain di Afrika. Investasi yang dilakukan PT Timah ini tidak hanya mendorong ekonomi kedua belah pihak. Tetapi juga dapat membantu memenuhi permintaan tambang domestik, meningkatkan devisa negara serta meningkatkan branding Indonesia sebagai pemain global dalam bidang pertambangan.

Secara umum, potensi pertambangan di kawasan Afrika belum tergali secara mendalam. Ini menjadi peluang bagi PT Timah dalam melakukan identifikasi cadangan tambang yang belum tereksplorasi.

Peran Kemlu di sini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden RI untuk memprioritaskan diplomasi ekonomi. Untuk itu, Kemlu akan terus mendukung pelaku usaha Indonesia baik BUMN maupun swasta, dalam menembus pasar potensial. Upaya ini tentu didukung dan dilakukan secara sinergis dengan para pemangku kepentingan lainnya baik instansi pemerintah, institusi finansial, asosiasi dan pelaku usaha Indonesia.

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP