Minggu, 27 September 2020
   
Ukuran Teks

Kolaborasi Kemlu Dukung Usaha Rintisan

 

Startup alias usaha rintisan tumbuh pesat di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Bahkan beberapa startup telah menjadi unicorn, yakni startup yang valuasinya melampaui 1 milyar USD.

Perlu koordinasi semua pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk terus mengembangkan startup demi mendukung perekonomian nasional.

Saat ini kita telah memasuki gelombang Revolusi Industri ke-4 (industri 4.0) yang mengandalkan mesin dan teknologi. Supaya bisa bersaing, kita harus memperkuat lini ekonomi digital, yang di dalamnya terdapat startup.

 


 

Hal ini diungkap oleh Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar saat membuka acara “Kemlu for Startup: Menarik Modal Ventura Lokal dan Internasional,” di Jakarta, 25 November 2019.

Menurut Mahendra, Kemlu punya kepentingan mendorong perusahaan-perusahaan startup lokal untuk berkembang. Salah satu amanah yang diemban Kemlu adalah melakukan diplomasi ekonomi di setiap kesempatan. Diharapkan, ada banyak pemain lokal yang nantinya mampu bersaing di tingkat global.

Tentu ini bukan angan, karena kita sendiri sudah punya startup unicorn. Di tahun 2020 sudah ada enam unicorn di Indonesia, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Ovo, dan JD.Id. Dari jumlah tersebut, hanya JD.Id yang merupakan perusahaan global. Artinya, dunia e-commerce Indonesia tetap seksi di tengah penurunan perekonomian global.

Lebih lanjut, di antara 10 unicorn di Asia Tenggara, 5 di antaranya berasal dari Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan pertumbuhan usaha rintisan yang paling pesat. Hal ini menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai sasaran usaha rintisan dari luar negeri tetapi tempat pemodal ventura berinvestasi di bidang Startup.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D menegaskan pentingnya peran startup untuk mendukung Indonesia maju tahun 2045. Indonesia perlu mencetak pengusaha baik dari segi kuantitas dan kualitas. Hal ini telah dilakukan oleh negara-negara maju lainnya seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan RRT.

Untuk mendukung pertumbuhan usaha rintisan, perlu adanya kolaborasi antara instansi Pemerintah. Sebagai contoh, ujar Bambang, pihaknya bertugas melahirkan dan membina startup. Sementara Kemlu bertugas mempromosikan usaha rintisan lokal di tingkat internasional. Hal ini dapat dilakukan melalui peran perwakilan Indonesia di luar negeri.

Selain kolaborasi antar instansi pemerintah, diperlukan juga kolaborasi dengan dunia usaha dan akademisi. Dunia usaha diharapkan memberikan masukan mengenai kebutuhan pasar kepada pihak akademisi sehingga penelitian yang dilakukan memiliki nilai ekonomi.

Sebagai Menteri Riset dan Teknologi, Bambang memaparkan lebih lanjut bahwa bidang lainnya yang turut memberikan dukungan adalah dunia pendidikan yang mencetak SDM unggul. Di masa depan, skill yang dibutuhkan SDM bukan hanya problem solver tetapi kemampuan memecahkan masalah yang kompleks (complex problem solving), social skill, process skill, system skill, dan cognitive abilities. Sedangkan bidang startup yang perlu dikembangkan Indonesia dan akan banyak dicari adalah cyber security, artificial intelligence, big data, dan lain-lain.

Faktor Penentu Modal Ventura dalam Mendanai Usaha Rintisan

Salah satu faktor pendukung kemajuan perusahaan startup adalah pendanaan. Berikut tips bagaimana perusahaan bisa mendapatkannya yang dirangkum dari para pembicara kegiatan “Kemlu for Startup: Menarik Modal Ventura Lokal dan Internasional”.

Pertama, pelajari profil dan latar belakang perusahaan pemodal ventura yang dituju. Pelajari visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan modal ventura yang ingin dituju. Ada pemodal ventura yang fokus ke startup yang kuat, punya nilai universal yang baik, atau hanya berorientasi pada keuntungan.

Kedua, pemodal ventura akan tertarik dengan usaha rintisan yang sudah jelas. Artinya usaha tersebut memiliki bisnis model yang menarik, berkelanjutan, dan menyediakan solusi permasalahan.

Ketiga, terbuka terhadap kritik dan masukan yang dilontarkan pemodal ventura. Pemodal ventura telah memiliki banyak pengalaman dalam melihat model bisnis dan potensi profitnya. Oleh karena itu, perlu melihat perspektif dari sisi pemodal bila menginginkan usahanya didanai.

Keempat, fokus pada pengembangan produk. Mencari dana untuk mengembangkan usaha memang penting, tetapi memiliki produk yang kuat itu lebih penting. Produk yang kuat didukung oleh riset yang juga kuat. Bila produk baik, mutu produk dapat memasarkan dirinya sendiri.

Kelima, pemodal ventura akan melihat individu pendukung usaha rintisan tersebut, baik ketrampilan maupun karakter. Selain itu, pemodal ventura juga akan melihat karakter dari pendiri usaha rintisan. Karakter yang sesuai akan mendukung kolaborasi antara usaha rintisan dengan calon pemodalnya.

 

 



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Cari Artikel

Halaman Facebook