Rabu, 28 Oktober 2020
   
Ukuran Teks

Jalan-jalan

Catatan Perjalanan di Nikko, Jepang

Berwisata di masa lalu? Terdengar aneh ya? Namun di Jepang, pengalaman itu bisa didapat dan menjadi tak terlupakan. Apalagi masa lalu yang kita datangi adalah zaman Edo.

Sekitar pukul 10 pagi, bis wisata yang kami tumpangi dari Tokyo tiba dan parkir di sebuah lapangan besar dengan latar belakang pegunungan di daerah Nikko. Tempat wisata yang akan dikunjungi pada hari itu adalah Edo Wonderland atau populer di kalangan orang Jepang dengan nama Edomura (Edo Village-Kampung Edo).

Edomura berasal dari dua kata yakni Edo yang merujuk pada sebuah nama zaman yakni zaman Edo yang juga merupakan ibukota Jepang sebelum berubah nama ke Tokyo, serta kata “mura” yang berarti desa. Sehingga dapat diduga sekilas bahwa tempat wisata ini merupakan penggambaran desa pada zaman Edo. Namun bagaimanakah itu dibuat dan divisualisasikan?

Edo Wonderland
Taman wisata Edo Wonderland merupakan sebuah area wisata dengan luas 495.000m2 yang terletak di kota Nikko, perfektur Tochigi sebelah utara kota Tokyo. Dapat ditempuh sekitar 2 jam dengan kereta dari Tokyo, maupun sekitar dua setengah jam dengan menggunakan mobil pribadi.

Tempat wisata ini mengambil tema penggambaran pada zaman Edo, yakni sebuah zaman ketika Jepang dikuasai oleh para samurai. Klan samurai yang berkuasa pada masa itu adalah Tokugawa sejak tahun 1603 sampai tahun 1868. Pada tahun 1868, keshogunan Tokugawa berakhir dengan restorasi Meiji. Restorasi Meiji menandai era baru Jepang sekaligus pembukaan Jepang terhadap pengaruh Barat (westernisasi) setelah mengalami periode penutupan negara di zaman Edo.

Welcome to Edo Wonderland
Ketika memasuki pintu gerbang setelah membeli karcis masuk, kita langsung disambut dengan petugas berpakaian ala ninja yang memeriksa karcis sekaligus memberikan peta sepanjang desa Edo. Setelah pintu karcis ada masa transisi dimana kita disambut dengan jalan setapak dengan tetumbuhan di kanan dan kiri yang akhirnya membawa kita masuk ke masa lalu. Disinilah perjalanan menjelajah beberapa ratus tahun lalu di Jepang dimulai.

Bangunan-bangunan di dalamnya sangatlah menarik dan sangat unik. Kita bisa menyaksikan museum kecil (miniature) yang didalamnya terdapat replika barang-barang yang dipakai dalam rumah tangga pada masa lalu, senjata seperti samurai dan pedang yang digunakan oleh shogun ditata sangat menarik. Adapula rumah-rumah yang berdesain sangat tradisional. Yang menakjubkan adalah desain fisik serta bendabenda yang mendukungnya secara detail benar-benar menggambarkan kondisi zaman Edo pada masa itu. Jepang terkenal dengan atensi mereka pada hal yang detail sehingga itupun tercermin dari penggambaran dan visualisasi bangunan fisik disana. Jalan yang dilalui pun tidak terbuat dari aspal melainkan pasir lembut serta bebatuan untuk lebih memperoleh suasana masa lalu. Hal-hal semacam ini membuat pengunjung bisa membayangkan seperti inilah kondisi pada zaman Edo.

Tidak hanya bangunan secara fisik, sempat pula mengagumi bahwa para penjaga toko souvenir, penjual souvenir keliling, penjaga museum, serta petugas taman pun berjalan hilir mudik dengan memakai baju tradisional mereka. Sembari mengagumi para orang-orang itu, tak disangka ada sekelebat orang dengan memakai baju hitam bergerak dengan gesit. Ternyata ninja pun juga berkeliaran. Rupanya ini adalah suatu atraksi tersendiri untuk turut menghidupkan suasana zaman dulu.

Lalu bisakah pengunjung mencoba berdandan seperti itu? Tenang saja, atraksi dan fasilitas yang sangat lengkap yang memungkinkan para pengunjung untuk berdandan seperti mereka. Di suatu booth/rumah tersedia fasilitas kamar ganti, contoh baju serta petugas yang akan membantu memakaikan kostum itu. Di depan pintunya terpampang beragam contoh kostum yang tersedia berikut harga sewanya seperti ksatria, shogun, samurai, polisi, raja, ratu, geisha, serta baju tradisional lainnya. Setelah lepas didandani, kita bisa bebas berjalan-jalan di sekeliling Edomura melanjutkan menikmati atraksi lain yang ada. Dan juga siapsiap menerima ajakan berfoto bersama dengan pengunjung lainnya. Sangat menarik sebagai kenang-kenangan. Menyenangkan bukan?

Bila lapar, jangan khawatir. Terdapat pula beberapa kios makanan yang menjual cemilan tradisional serta bento untuk makanan beratnya dengan suasana tempat makan outdoor sambil menikmati pemandangan.

Things to learn
Area wisata seperti ini bukan hanya bertujuan untuk wisata semata. Dengan mengambil tema sejarah, kemasan area wisata seperti ini sangat menarik dan tidak membosankan. Sehingga pengalaman ke Edomura merupakan wisata sejarah atau sebaliknya belajar sejarah sambil berwisata. Bagi orang yang awalnya tidak mengerti seluk beluk mengenai sejarah zaman Edo Jepang pun, setidaknya terlebih dulu memiliki gambaran visual mengenai kondisi pada masa itu dan kemudian dapat tertarik untuk mencari informasi lebih lanjut lewat media lain setelahnya.

Edomura memberikan pengalaman berwisata yang menarik bagi pengunjung asing serta bagi generasi muda Jepang masih dapat membayangkan kondisi kehidupan pada masa itu Setidaknya pengalaman nyata zaman Edo masih terasa bahkan di abad 21 ini dalam sekelumit hektar tanah dan di suatu waktu. Sepulang dari Edomura, kita seperti kembali ke dunia nyata dan seakan lupa bahwa kita kembali ke dunia sekarang. Bila liburan berencana ke Tokyo, tidak hanya Disneyland yang bisa dikunjungi namun cobalah ke Edomura. Selamat menjelajah ke masa lalu!











Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
   

Halaman 4 dari 7

Cari Artikel

Halaman Facebook