Rabu, 28 Oktober 2020
   
Ukuran Teks

Jalan-jalan

Menikmati Keindahan Sakura di Kota Osaka

Bait lagu tersebut sering dilantunkan oleh penyanyi kroncong kita seperti Sundari Sukoco atau Toto Salmon dan bahkan sempat hits lewat suara Mus Mulyadi. Bunga Sakura merupakan bunga khas Jepang yang kepopulerannya telah mendunia. Di Indonesia orang mengenal bunga yang indah ini hanya melalui lagu termasuk lagu kroncong tersebut.

HANAMI
Di Jepang, masyarakat mereka menikmati kecantikan bunga Sakura melalui kegiatan khusus yang disebut Hanami. Hana berarti bunga sedangkan mi berarti melihat. Jadi arti Hanami adalah “Melihat bunga”, namun semua orang tahu bahwa bunga yang dirujuk ini tidak lain adalah bunga Sakura yang tumbuh dimusim semi.

Di dalam Hanami, ia tidak hanya semata melihat keindahan mekarnya bunga sakura, melainkan terdapat suatu kegiatan lain yang selalu dipadukan yaitu bertamasya sambil menikmati sajian makanan dan minuman bersama keluarga atau kolega kerja. Lazimnya, saat musim semi tiba menggantikan musim dingin, bunga-bunga sakura mulai tumbuh dan mekar. Pada saat ini mas- yarakat akan berbondong-bondong mengunjungi taman yang berhiaskan bunga sakura.

Menurut kisah sejarah, kebiasaan hanami dipengaruhi oleh raja-raja Cina yang gemar menanam pohon plum di sekitar istana mereka. Di Jepang para bangsawanpun kemudian mulai menikmati bunga Ume (plum).

Namun pada abad ke-8 atau awal periode Heian, obyek bunga yang dinikmati bergeser ke bunga sakura. Dikisahkan pula bahwa Raja Saga di era Jepang dahulu gemar menyelenggarakan pesta hanami di taman Shinsenen di Kyoto. Para bangsawanpun menikmati hanami di berbagai istana mereka, dan para petani masa itu melakukannya dengan mendaki gunung terdekat di awal musim semi untuk menikmati bunga sakura yang tumbuh disana sambil `tidak lupa membawa bekal untuk makan siang. Hingga kini hanami menjadi kebiasaan yang mengakar di seluruh masyarakat Jepang dan telah di terima sebagai salah satu kekhasan bangsanya. Khusus di daerah Kansai dan Jepang Barat, tempat-tempat unggulan untuk ber-hanami adalah Arashiyama di Kyoto, Yoshino di Nara, taman disekitar OsakaCastle dan Taman Shukugawa di Nishinomiya, Prefektur Hyogo.

OSAKA
Osaka Castle di kota Osaka termasuk salah satu tempat favorit untuk ber-hanami. Para peneliti memperkirakan bahwa wilayah yang kini dikenal dengan nama kota Osaka telah dihuni manusia sejak sepuluh ribu tahun lalu. Sekitar abad ke-5, kebudayaan Timur telah diperkenalkan ke wilayah Jepang melalui Peninsula Korea lalu Osaka yang dikemudian hari menjadi pusat kebudayaan dan politik Jepang.

Pada abad ke-7, ibukota pertama Jepang didirikan di Osaka dan ia menjadi pintu gerbang kebudayaan dan perdagangan utama Jepang. Kemudian suatu saat sekitar akhir abad ke-12 kekuatan politik disana jatuh ketangan kelas pendekar perang dan Jepang mulai memasuki masa perselisihan sipil dan intrik muncul dimana-mana hingga menumbuhkan ketidakpastian masa depan rakyatnya.

Pada tahun 1583, Toyotomi Hideyoshi seorang penguasa dimasanya berhasil menyatukan Jepang dari masa kelam ini dan kemudian memilih Osaka sebagai tempat tinggalnya. Ia membangun Osaka menjadi pusat politik serta ekonomi Jepang. Puri Osaka atau Osaka Castle merupakan salah satu saksi bisu kemegahan masa itu dan menjadi bangunan terindah yang didirikan oleh Toyotomi Hideyoshi. Puri ini dikelilingi taman yang penuh pohon Cherry, Plum dan Sakura serta berbunga indah saat musim semi. Bunga yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat serta mengundang kekaguman para pengunjung saat ber-hanami.

Di abad ke-17 walalupun pusat kekuatan politik telah bergeser ke Tokyo, Osaka terus berlanjut memainkan peran yang penting dalam mengatur perekonomian dan distribusi barang di Jepang. Di masa ini pula kebudayaan kota berkembang pesat antara lain melalui lahirnya sekolah-sekolah yang dikelola pihak swasta dengan sistim pendidikan yang berbeda dari yang dilaksanakan oleh pemerintah dimasa itu. Melalui cara ini, cara berpikir terbuka dan semangat berwirausaha telah dipupuk dan menjadikan Osaka dikemudian hari menjadi suatu kota metropolis yang modern serta menjadi kota terbesar ketiga di Jepang.

Pada masa lalu, Osaka memang pernah menjadi pusat perdagangan Jepang. Kini, seiring dengan kemajuan jaman, sejak akhir tahun 1990an banyak perusahaan-perusahaan terkemuka memindahkan kantor pusat mereka ke Tokyo. Namun beberapa tetap mempertahankan tradisi berkantor pusat di Osaka.

JEJARING KERJASAMA
Walapun banyak perusahaan besar telah memindahkan kantor pusat mereka ke Tokyo, Osaka tetap optimis dapat berkembang maju seperti apa yang pernah diraihnya di masa lalu sebagai pusat politik dan ekonomi Jepang. Pemerintah setempat selalu giat menarik investasi lokal maupun asing untuk menanam modal di wilayah Osaka. Berbagai industri telah dibangun termasuk pusatpusat pendidikan tinggi semisal Osaka University, Kansai University dan Osaka Institute of Technology.

Agar Osaka tetap dapat berkembang seirama dengan kemajuan pembangunan dunia dan mempertahankan perdamaian masyarakat internasional, Osaka telah memiliki delapan sister cities dengan kota lain. Antara lain Chicago, Hamburg, San Francisco, Shanghai, Melbourne, Milan bahkan dengan Saint Petersburg di Rusia. Kerjasama ini difokuskan pada kegiatan olahraga, ilmu pengetahuan, budaya dan perdagangan.

Pada tahun 1998 telah didirikan pula kerjasama Friendship and Cooperation Cities dengan kota Budapest dan Buenos Aires untuk pertukaran informasi ditingkat pejabat kota khusus bidang promosi olahraga, masalah budaya dan lingkungan hidup. Mengingat Osaka memiliki pelabuhan laut yang dikunjungi sekitar 7.200 kapal luar negeri per-tahun dari sekitar 400 pelabuhan di 100 negara, maka hal ini telah menjadikan Osaka sebagai salah satu pusat perdagangan dan jasa container terpenting dunia. Pertahun pelabuhan laut Osaka diperkirakan dikunjungi 3.200 kapal laut pengangkut container barang. Guna meningkatkan kerjasama di bidang pelabuhan laut, telah dilakukankerjasama Sister Ports dengan tujuh pelabuhan laut mancanegara antara lain dengan Port of San Francisco, Port of Melbourne, Port of Le Havre, Port of Shanghai dan Port of Pusan.

Kerjasama internasional lain yang juga telah dibentuk adalah Business Partner Cities (BPC). BPC adalah suatu jenis kerjasama baru yang dibentuk oleh pemerintah lokal untuk mempromosikan dan meningkatkan hubungan ekonomi di kalangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Osaka dengan masyarakat dunia agar mereka lebih berorientasi internasional serta aktif meningkatkan perdagangan. Setidaknya telah dilakukan BPC dengan duabelas kota antara lain Hong Kong, Singapore, Bangkok, Kuala Lumpur, Jakarta, Seoul, Shanghai, Ho Chi Minh, Melbourne dan Tianjin. Nah, jika pembaca ingin mencoba meluaskan hubungan dagang, silahkan berkunjung ke Osaka. Siapa tahu hubungan perdagangan dengan Jepang dapat dimulai dari kota ini sambil berhanami.



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
   

Halaman 6 dari 7

Cari Artikel

Halaman Facebook