Rabu, 28 Oktober 2020
   
Ukuran Teks

Jalan-jalan

Dalam Setahun, Belitung Akan Dikenal Sebagai Hi-Tech Island

Dalam Setahun, Belitung Akan Dikenal Sebagai Hi-Tech Island

Pulau Belitung mempunyai keindahan alam yang memukau. Dengan perairan sekitar yang jernih, berombak tenang serta pemandangan alam bawah laut yang menakjubkan, membuat pulau yang berada di bagian selatan Pulau Sumatera tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Selain pulau Belitung sebagai pulau utama, terdapat beberapa pulau kecil di sekitarnya yang menambah daya tarik bagi pengunjung, seperti Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir dan lainnya.

Popularitas pulau Belitung menanjak sejak kemunculan novel Laskar Pelangi, yang kemudian diangkat ke layar lebar dan meledak di pasaran. Sejak saat itu, makin banyak pengunjung yang datang ke pulau yang tadinya hanya terkenal sebagai pulau penghasil timah. Melihat potensi besar yang dimilikinya, tak heran Pemerintah memasukkan Belitung sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata Bali Baru.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Pemerintah Daerah Belitung terus memperkuat pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, bandara internasional dan sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK), antara lain KEK Tanjung Kelayang, Tourism Area Juru Seberang, Suge Special Economic Zone, Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Batu, dan Marina Tanjung Pandan.

Belitung sudah memiliki bandara udara internasional H.A.S. Hanandjoeddin di Tanjung Pandan. Penerbangan dari Singapura sudah berjalan secara reguler setiap 2 kali dalam sepekan. Saat ini, Pemerintah Daerah sedang menjajaki kerja sama dengan maskapai berbiaya rendah Air Asia agar terbang langsung dari berbagai wilayah ke Belitung. Direncanakan, Juni 2019 kerja sama tersebut akan berjalan. Air Asia rencananya akan terbang secara reguler dari Kuala Lumpur menuju Tanjung Pandan. Penerbangan dari Jakarta ke Belitung juga akan dilayani setiap hari. Sementara, Surabaya ke Tanjung Pandan akan dilayani empat kali dalam sepekan.

Kunjungan ke Belitung

Tim AKSES mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Belitung bulan Februari lalu. Secara khusus, kunjungan ini juga untuk mendampingi Konjen RI Guangzhou yang memenuhi undangan dari Bupati Belitung, Sahani Saleh untuk melakukan site visit perkembangan kerja sama investasi B-to-B antara PT Famindo Internasional Sentra Teknologi (FIST) dengan China Pacific Construction Group. Kerja sama tersebut untuk mendirikan “hi-tech eco industrial park” di kawasan Tanjung Pandan, Belitung Barat yang saat ini tengah memasuki tahap implementasi. Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan penandatanganan MoU pada saat Trade Expo Indonesia Oktober 2018 lalu.

Komisioner PT FIST menyampaikan bahwa pada 2019 proyek high tech industrial eco-park telah memasuki tahap implementasi serta mendapatkan “endorsement” dari Presiden RI langsung. Bupati Belitung mengatakan bahwa secara prinsip proyek dapat berjalan sesuai rencana karena telah memenuhi berbagai aturan hukum termasuk pembebasan tanah dan AMDAL. Tinggal rekomendasi tertulis dari Gubernur Bangka-Belitung terhadap proyek ini yang belum turun. Hal ini disebabkan Gubernur masih berkonsentrasi membangun sejumlah KEK di pulau Bangka.

Sebagai gambaran, proyek ini akan menjadi “Silicon Valley” Indonesia berstatus kawasan ekonomi khusus seluas 6.600 hektar yang terdiri dari science zone, pusat research and development (RnD), perkantoran, sports center, universitas, kawasan tempat tinggal dan rumah sakit. Dengan demikian, Belitung akan dikenal sebagai “hi tech island. Proyek ambisius ini juga direncanakan akan mengakomodasi industri dari hulu ke hilir secara mandiri. Pembangunan mega proyek tersebut dijadwalkan dapat selesai hanya dalam waktu 1 tahun.

Tentu, dukungan semua pihak diperlukan supaya proyek ini dapat terwujud. Pemkab maupun K/L terkait juga diharapkan dapat melengkapi aspek pembangunan infrastruktur penunjang, pemberdayaan SDM lokal hingga strategi pengembangan industri hi tech di Belitung. Kendati demikian, terus diperlukan pendampingan agar persyaratan resmi pembangunan proyek seluruhnya dapat terpenuhi sesuai ketentuan nasional yang berlaku. Hal ini untuk memastikan manfaat ekonomi bagi Indonesia dan masyarakat Belitung, bukan justru menimbulkan permasalahan di kemudian hari. (Ahmad Muhammad)



Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP
   

Halaman 7 dari 7

Cari Artikel

Halaman Facebook